Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke dalam upaya memperkuat sinergi industri kreatif Indonesia–Australia.
"Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia–Australia terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami berharap tahun 2026 dapat menjadi fase penting untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi keberhasilan kolaborasi kedua negara sepanjang 2025, di antaranya peringatan satu dekade Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI), agenda business matching di Sydney melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia), serta kesepakatan kerja sama dengan Canva Inc. untuk mendukung pemberdayaan pelaku kreatif Indonesia.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang berdaya saing global dan berbasis inovasi.
“Kerja sama ini kami arahkan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat naik kelas, terhubung dengan pasar dan talenta global, serta berperan lebih aktif dalam rantai nilai internasional,” tambah Menteri Ekraf.
Baca juga: Desain busana berkelanjutan dan masa depan ekraf Indonesia
Kedua menteri juga membahas sejumlah rencana strategis ke depan, di antaranya persiapan program short course Australia Awards Indonesia di subsektor animasi, penyelenggaraan Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI) ke-11, serta partisipasi Australia dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, di mana Menteri Ekraf secara khusus mengundang Menteri Tony Burke untuk hadir di Jakarta.
Menteri Tony Burke menyambut baik penguatan kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi ekonomi kreatif antara Indonesia dan Australia membuka peluang besar bagi kedua negara.
“Jika kita terus berbagi kemajuan yang optimis dalam kerja sama kita, ini akan menjadi masa yang sangat menarik bagi kedua negara kita,” ujar Menteri Tony Burke.
Selain menjabat sebagai Menteri Urusan Seni, Tony Burke juga mengemban amanah sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Keamanan Siber, serta Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia.
Baca juga: Wamen Ekraf: Industri gim jadi mesin pertumbuhan baru ekonomi
Baca juga: Menekraf ingin perluas jejaring pelaku ekraf di pasar global
"Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia–Australia terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami berharap tahun 2026 dapat menjadi fase penting untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor dan memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi keberhasilan kolaborasi kedua negara sepanjang 2025, di antaranya peringatan satu dekade Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI), agenda business matching di Sydney melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia), serta kesepakatan kerja sama dengan Canva Inc. untuk mendukung pemberdayaan pelaku kreatif Indonesia.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang berdaya saing global dan berbasis inovasi.
“Kerja sama ini kami arahkan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat naik kelas, terhubung dengan pasar dan talenta global, serta berperan lebih aktif dalam rantai nilai internasional,” tambah Menteri Ekraf.
Baca juga: Desain busana berkelanjutan dan masa depan ekraf Indonesia
Kedua menteri juga membahas sejumlah rencana strategis ke depan, di antaranya persiapan program short course Australia Awards Indonesia di subsektor animasi, penyelenggaraan Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI) ke-11, serta partisipasi Australia dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, di mana Menteri Ekraf secara khusus mengundang Menteri Tony Burke untuk hadir di Jakarta.
Menteri Tony Burke menyambut baik penguatan kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi ekonomi kreatif antara Indonesia dan Australia membuka peluang besar bagi kedua negara.
“Jika kita terus berbagi kemajuan yang optimis dalam kerja sama kita, ini akan menjadi masa yang sangat menarik bagi kedua negara kita,” ujar Menteri Tony Burke.
Selain menjabat sebagai Menteri Urusan Seni, Tony Burke juga mengemban amanah sebagai Menteri Dalam Negeri, Menteri Keamanan Siber, serta Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia.
Baca juga: Wamen Ekraf: Industri gim jadi mesin pertumbuhan baru ekonomi
Baca juga: Menekraf ingin perluas jejaring pelaku ekraf di pasar global



