FAJAR, MAKASSAR — Bukan PSM Makassar. Hingga belum genap satu bulan berjalan di tahun 2026, Persib Bandung justru menjadi klub dengan total denda tertinggi di level elite sepak bola nasional dan Asia.
Persib mendapat “kado tahun baru” dari AFC berupa sanksi finansial yang nilainya ratusan juta rupiah. Klub berjulukan Maung Bandung itu dijatuhi denda USD 30.000 atau setara Rp503,7 juta akibat pelanggaran disiplin pada ajang Liga Champions Asia Two 2025/2026.
Sanksi tersebut diputuskan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada 21 Januari 2026, terkait pertandingan kandang Persib melawan Bangkok United pada 10 Desember 2025.
Pelanggaran Berlapis
Dalam putusannya, AFC menyatakan Persib melanggar tiga ketentuan sekaligus. Pertama, terkait tanggung jawab klub atas perilaku penonton sebagaimana diatur dalam Pasal 65 Kode Disiplin dan Etik AFC.
AFC mencatat, suporter Persib menyalakan sedikitnya sembilan alat pembakar atau benda mudah terbakar selama pertandingan berlangsung.
“Penonton yang merupakan pendukung pihak Terlapor menyalakan sedikitnya sembilan (9) alat pembakar atau benda mudah terbakar,” tulis AFC dalam dokumen keputusan resmi.
Pelanggaran kedua, Persib dinilai gagal memastikan jalur publik tetap steril, termasuk koridor, tangga, pintu, gerbang, hingga jalur evakuasi darurat. AFC menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu pergerakan serta keselamatan penonton lain di dalam stadion.
Ketiga, Persib dianggap tidak sepenuhnya menjalankan regulasi keselamatan dan pengamanan, serta gagal menjamin ketertiban dan keamanan, baik di dalam stadion maupun area sekitarnya.
Atas rangkaian pelanggaran tersebut, Persib dinyatakan melanggar Pasal 65 ayat (1), Pasal 35 Regulasi Keamanan dan Keselamatan AFC, serta Pasal 64 ayat (1) Kode Disiplin dan Etik AFC.
“Total denda sebesar USD 30.000 wajib dibayarkan oleh Persib Bandung paling lambat 30 hari sejak keputusan resmi disampaikan,” tulis AFC.
Nyaris Rp1 Miliar
Tak berhenti di level Asia, Persib juga telah mengantongi denda Rp300 juta di ajang Super League musim ini. Jika digabungkan dengan sanksi AFC, total denda yang harus ditanggung Persib menembus Rp800 juta, atau mendekati Rp1 miliar.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara klub-klub kasta tertinggi liga sejauh musim ini berjalan.
Sebagai perbandingan, PSM Makassar—yang sebelumnya kerap disebut-sebut sebagai klub dengan denda besar—telah mengoleksi sanksi senilai Rp530 juta di Super League. Disusul Persebaya Surabaya dengan Rp505 juta, serta Persija Jakarta sebesar Rp494 juta.
Alarm Disiplin
Tingginya akumulasi denda ini menjadi alarm serius bagi klub-klub elite nasional, khususnya Persib Bandung. Bukan hanya berdampak pada keuangan klub, tetapi juga mencoreng citra profesionalisme di level Asia.
Alih-alih PSM Makassar, Persib Bandung kini berdiri di puncak daftar—bukan klasemen, melainkan tabel denda.





