TABLOIDBINTANG.COM - Penantian panjang selama hampir satu dekade akhirnya berbuah manis bagi pasangan Yulia Rahmayani dan Rifky Alhabsyi. Setelah sembilan tahun berjuang melawan infertilitas, Yulia berhasil hamil melalui program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) yang dijalani di Smart Fertility Clinic.
Kabar bahagia ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Smart Fertility Clinic di Jakarta. Yulia dan Rifky hadir bersama dokter yang menangani program kehamilan mereka, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., serta CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan.
Perjalanan Yulia menuju kehamilan bukanlah proses yang mudah. Ia diketahui mengalami gangguan serius pada saluran reproduksi hingga harus menjalani tindakan salpingektomi atau pemotongan kedua tuba falopi. Kondisi tersebut membuat kehamilan alami maupun inseminasi tidak dapat dilakukan, sehingga program IVF menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan.
Tahapan medis dimulai dengan prosedur Ovum Pick Up (OPU) pada 15 Februari 2025, dilanjutkan Frozen Embryo Transfer (FET) pada 12 September 2025. Dua pekan setelah FET, hasil pemeriksaan menunjukkan terbentuknya kantong kehamilan sebagai tanda awal kehidupan.
“Pada pasien dengan riwayat hidrosalping dan kedua tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF merupakan pilihan yang paling tepat. Dengan pemilihan protokol yang sesuai, kualitas embrio yang baik, serta kondisi rahim yang optimal saat FET, kehamilan tetap dapat dicapai,” ungkap dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER.
Yulia dan Rifky mengakui bahwa program IVF bukan hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga mental dan emosional. Dukungan keluarga serta pendampingan tim medis menjadi faktor penting yang membuat mereka mampu bertahan hingga tahap akhir.
“Sudah sembilan tahun kami menunggu. Rasanya campur aduk, antara takut berharap dan tidak ingin kecewa lagi. Tapi saya bersyukur sekali akhirnya bisa mendapatkan kabar baik ini. Terima kasih untuk dokter dan seluruh tim Smart Fertility Clinic yang selalu mendampingi saya,” ujar Yulia.
Sementara itu, dr. Laura Leandra Setiawan menegaskan bahwa keberhasilan setiap pasien merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim medis. Ia menekankan komitmen Smart Fertility Clinic dalam menghadirkan layanan fertilitas yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga empati.
“Smart Fertility Clinic hadir tidak hanya dengan teknologi dan layanan medis terkini, tetapi juga dengan pendampingan dan empati. Selain di Evasari Jakarta, Bekasi Utara, Semarang, dan melalui Primaya IVF di Makassar, kami hadir lebih dekat dengan membuka cabang baru di Kelapa Gading. Kami berharap semakin banyak pasangan yang dapat mengakses layanan fertilitas dengan lebih mudah," paparnya.
Keberhasilan Yulia dan Rifky menjadi bukti bahwa harapan tetap ada bagi pasangan yang berjuang melawan infertilitas, selama mendapat penanganan medis yang tepat dan dukungan berkelanjutan.




