Jakarta, VIVA – PANDI atau Pengelola Nama Domain Internet Indonesia melaporkan kalau jumlah nama domain .id yang terdaftar mencapai 1.431.865 hingga akhir 2025, melampaui target tahunan sebesar 1,35 juta domain.
Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak mengatakan capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pengelola domain tingkat negara atau country code top level domain (ccTLD) terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Peningkatan jumlah nama domain .id menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya pada domain .id,” katanya di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pangsa pasar domain .id di Indonesia mencapai 58 persen per Juli 2025. Angka tersebut melampaui penggunaan domain global seperti .com yang berada di kisaran 34 persen, sementara sisanya dikuasai domain generik lainnya.
Menurut John, pertumbuhan ini berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021–2022, pertumbuhan domain .id tercatat sebesar 36,38 persen, dan meningkat hingga 58 persen pada 2025 seiring dengan berbagai program pemasaran dan edukasi yang dilakukan bersama para registrar.
PANDI saat ini bekerja sama dengan 25 registrar dan mengoperasikan sistem registry bersama atau shared registry system, yakni sistem backend yang menghubungkan PANDI dengan seluruh registrar agar proses pendaftaran domain berjalan terpusat dan stabil.
PANDI telah mengelola berbagai subdomain, antara lain go.id untuk instansi pemerintah, desa.id, militer.id, ac.id untuk perguruan tinggi, or.id untuk organisasi, serta domain publik seperti my.id, web.id, dan bis.id.
Subdomain my.id dan web.id menjadi kontributor utama pertumbuhan, yang mana hingga akhir 2025, jumlah domain my.id tercatat sekitar 480.885 atau setara 33,58 persen dari total pertumbuhan domain .id.
John mengatakan harga domain publik seperti my.id, web.id, dan bis.id sengaja dibuat terjangkau untuk mendorong penggunaan oleh masyarakat Indonesia, dengan tetap mempertahankan prinsip tanggung jawab dalam pemanfaatannya.
PANDI menjaga keandalan layanan domain .id dengan mengoperasikan sistem Domain Name System (DNS) yang didukung 47 server anycast (pengalamatan jaringan IP yang memungkinkan beberapa server untuk berbagi alamat IP yang sama) di berbagai negara.
Selain itu, PANDI memiliki tiga pusat data (data center) di Batam, Cibitung, dan Bogor untuk memastikan keandalan layanan domain .id tanpa disrupsi.





