Perwakilan Institut Seni Papua dan Smakara Wakili Makassar di iForte National Dance Competition

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR—Perwakilan Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua dan SMA Katolik Rajawali (Smakara) Makassar berhasil mengharumkan nama Kota Makassar dalam ajang iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2025–2026.

Keduanya keluar sebagai juara pertama di kategori masing-masing dan berhak melaju ke babak grand final tingkat nasional di Jakarta.

iForte National Dance Competition merupakan kompetisi tari tingkat nasional yang ditujukan bagi pelajar SMA/SMK sederajat serta mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Ajang ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas seni melalui perpaduan tarian modern dan kekayaan budaya nusantara.

Babak Kurasi Offline Makassar digelar di Mal Ratu Indah pada 29 Januari 2026. Sebanyak 13 tim tampil pada tahap ini, terdiri dari 10 tim pelajar SMA/SMK dan 3 tim mahasiswa yang sebelumnya lolos seleksi dari 45 pendaftar di Kota Makassar.

Makassar menjadi kota kelima dari total 13 kota penyelenggaraan iForte National Dance Competition Inspirasi Diri tahun ini.

Antusiasme peserta dan kualitas penampilan yang ditampilkan menunjukkan tingginya minat generasi muda Sulawesi Selatan terhadap seni tari dan budaya.

Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, mengatakan pemilihan Makassar sebagai lokasi kompetisi didasari oleh potensi seni dan budaya yang kuat di daerah ini.

Selain itu, keberadaan iForte di Makassar menjadi salah satu alasan penyelenggaraan ajang tersebut.Kompetisi ini adalah seri kedua setelah sukses kami gelar tahun lalu.

Di Makassar, 13 peserta yang tampil berhasil lolos dari 45 pendaftar.“Makassar kami pilih karena memiliki kekuatan seni yang tinggi, dan kami ingin mendorong gerakan kebudayaan agar terus berkelanjutan melalui pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Victor menjelaskan, juara pertama dari setiap regional akan diundang ke Jakarta untuk berkompetisi di babak nasional pada April mendatang.

Para finalis akan memperebutkan gelar juara nasional, hadiah uang tunai, kesempatan beasiswa di Universitas Putra, serta fasilitas pelatihan pengembangan bakat.

Dalam kompetisi ini, setiap tim menampilkan dua tarian dengan koreografi kreasi sendiri, yakni tarian wajib menggunakan lagu tema “Inspirasi Diri” dan satu tarian bebas. Unsur budaya menjadi penilaian utama, baik dari gerak, konsep, maupun kostum yang digunakan.

Sebagai bentuk pelestarian budaya nusantara, seluruh peserta dan pendukung acara mengenakan busana yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.

Hal ini menjadikan kompetisi tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga perayaan seni dan identitas bangsa.Secara nasional, iForte National Dance Competition Inspirasi Diri dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan berhasil menjaring 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Dari setiap regional akan dihasilkan tiga juara, dengan juara pertama mewakili daerahnya di tingkat nasional.

Kompetisi ini menggunakan lagu tema “Inspirasi Diri”, karya kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama musisi Eross Candra (Sheila on 7) dan penyanyi Yura Yunita.

Lagu ini menjadi simbol semangat generasi muda untuk terus berkarya dan percaya pada potensi diri. Lagu “Inspirasi Diri” menggabungkan musik pop dengan sentuhan senandung bahasa Toraja dan chanting Indonesia, dipadukan dengan 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah seperti Papua, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Bengkulu.

Lirik lagu ditulis oleh Vice President Director & Deputy CEO iForte, Silvi Liswanda.Juara pertama kategori pelajar diraih oleh Eagle Dance SMA Katolik Rajawali Makassar.

Salah satu penarinya, Nixie Vimala Japutamq, mengatakan konsep tarian mereka mengangkat budaya Toraja dengan tema upacara Rambu Tuka yang dipadukan dengan tari Pakarena khas Sulawesi Selatan.

Sementara itu, juara pertama kategori mahasiswa diraih oleh Tim Original Artist Papuan dari Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua.Tim ini tampil memukau dengan koreografi yang sarat makna dan identitas budaya Papua.

Perwakilan tim, Steven Lazarus Kawer, menjelaskan koreografi yang mereka tampilkan merefleksikan kehidupan masyarakat Papua yang hidup selaras dengan alam.

“Properti dayung melambangkan masyarakat pesisir yang melaut, sekaligus kami eksplorasi sebagai simbol tombak untuk merepresentasikan masyarakat pegunungan dan aktivitas berburu. Itu adalah identitas kami di Original Art Papua,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, perwakilan pelajar dan mahasiswa dari Makassar diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan seni Indonesia kepada publik yang lebih luas.(wis)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geger Perampokan Sadis di Boyolali, Balita Tewas-Ibu Kandung Terluka
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jalan Hybrida Kelapa Gading Jakut Terendam Banjir 30 Cm
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imbas Banjir Jakarta: Penumpang Tj Dipindah ke Truk di Daan Mogot
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
Nilai TKA Bisa Digunakan untuk Daftar SPMB 2026, Bagaimana dengan Prestasi Nonakademik?
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL] Pantauan Lalin: Banjir Rendam Jalan Daan Mogot, Arah ke Cengkareng Macet | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.