FAJAR, TAKALAR – Puluhan aktivis yang mengatasnamakan diri Aliansi Takalar Menggugat menggelar aksi demo di Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri (PN) Takalar Jln Jenderal Sudirman kelurahan kalllabirang kecamatan Pattallassang, Kamis, 29 Januari 2026.
Mereka berunjuk rasa dengan membentangkan spanduk yang menuntut anggota salah satu DPRD Takalar dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Israwati, segera di adili oleh pengadilan.
Dalam orasinya, mereka menuntut agar komitmen penegakan hukum yang adil, transparan dan tidak pandang bulu dalam proses vonis hukuman penjara terhadap Israwati selaku terlapor.
“Kami mendesak APH agar bertindak tegas terhadap salah satu anggota DPRD Takalar Israwati, yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, kami juga menagih janji APH terkait komitmen penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak pandang bulu,” ujar Abdul Salam dalam orasinya.
Abdul Salam, selaku jenderal lapangan Aliansi Takalar Menggugat, menyampaikan enam poin tuntutan utama dalam orasinya.
Pertama, massa mendesak Kejaksaan Negeri Takalar agar segera melakukan penahanan terhadap Israwati sesuai ketentuan hukum acara pidana. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin kelancaran proses hukum, mencegah potensi hilangnya barang bukti, serta menghindari adanya intervensi kekuasaan maupun tekanan politik.
Kedua, menolak tegas penerapan mekanisme restorative justice dalam penanganan kasus Israwati dikarenakan yang bersangkutan merupakan pejabat publik berpotensi cederai rasa keadilan dan menurunkan wibawa hukum peradilan pidana secara penuh hingga adanya putusan berkekuatan hukum tetap.
Ketiga, mendesak agar segera melimpahkan kasus israwati ke pengadilan negeri karena sudah jelas berstatus tersangka dan sudah keluarnya P21.
Keempat, mendesak dewan kehormatan DPRD takalar untuk segera mencabut atribut dan status keanggotaan israwati sebagai anggota DPRD sebagai langkah penegakan kode etik upaya menjaga kehormatan serta integritas lembaga dewan perwakilan rakyat daerah.
Kelima, Ketua DPC partai gerindra takalar didesak bersama DPD dan DPP untuk segera pecat israwati dari keanggotaannya
Keenam, kami menuntut Ketua DPC takalar agar tidak menutup mata dan tidak tebang pilih dalam menyikapi kader yang tersangkut tindak pidana sebab partai politik tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi pelanggar hukum.
Meskipun nyaris ricuh antara peserta aksi demo dengan pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi, namun untungnya Aksi unjuk rasa tersebut akhirnya berakhir tanpa insiden berarti. (mgs)





