Tepis Isu Negosiasi, Iran Bantah Adanya Kontak Terbaru dengan AS

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Rabu, 28 Januari, bahwa ia membantah klaim adanya komunikasi terbaru dengan utusan khusus Amerika Serikat (AS) , Steve Witkoff. Bantahan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global akan kemungkinan serangan militer AS terhadap Teheran.

"Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan kami tidak pernah meminta pembicaraan tersebut," tegas Araghchi kepada media pemerintah sebagaimana dikutip oleh Fars News Agency, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga :

Diancam AS, Iran Siapkan Serangan Balasan yang Menyakitkan
Pernyataan Araghchi ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Iran telah menghubungi Washington berkali-kali untuk mencari solusi diplomatik. 

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka menelepon dalam berbagai kesempatan. Mereka ingin bicara," ujar Trump kepada Axios.

Trump juga mengonfirmasi pengerahan armada tempur tambahan ke arah Iran sebagai langkah penekanan. Namun, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan melakukan negosiasi di bawah tekanan militer. Menurutnya, perundingan memiliki prinsip tersendiri dan harus berlangsung dalam kedudukan yang setara.

Meskipun membantah kontak langsung dengan AS, Araghchi mengakui adanya sejumlah negara yang bertindak sebagai perantara dan tetap menjalin komunikasi dengan Iran. Ia mencatat bahwa negara-negara di kawasan memiliki kekhawatiran yang sama terkait eskalasi ketegangan ini.  

Araghchi memperingatkan negara-negara di kawasan memahami bahwa setiap ancaman militer akan mengganggu stabilitas seluruh wilayah. Ia mendesak AS untuk menghentikan ancaman serta tuntutan yang ia nilai tidak masuk akal jika ingin dialog membuahkan hasil.

Ketegangan antara Teheran dan Washington memuncak menyusul tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah di dalam negeri. Pemerintah AS secara terbuka mengatakan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, tetap tersedia untuk menangani Iran..

Merespons hal tersebut, otoritas Iran telah memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan yang dilancarkan oleh AS akan memicu respons yang cepat dan menyeluruh. Hingga saat ini, posisi Iran dilaporkan tetap tidak berubah meskipun banyak pihak internasional menawarkan diri sebagai mediator untuk mencegah pecahnya perang terbuka.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Merdeka Gold Resources (EMAS) Klarifikasi Kabar Listing di Bursa Hong Kong
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potret Aksi teman kumparan Padel Club Main Bareng Edisi kumparan 9th Anniversary
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Zeekr Balik ke Indonesia, Langsung Tantang Tesla di Kelas Mobil Listrik Mewah
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Update Longsor Cisarua, BNPB: 56 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rafale, Jet Tempur Multirole Prancis yang Menjadi Pilar Kekuatan Udara Modern
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.