jpnn.com, SULAWESI SELATAN - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyinggung pentingnya perbaikan fasilitas dasar di Taman Nasional seperti toilet, karena hal itu mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal demikian dikatakannya setelah mengecek pengelolaan kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1) kemarin.
BACA JUGA: Daftar 22 Perusahaan yang Dicabut Izin Usahanya oleh Menhut Raja Juli
“Saya selalu mengatakan, jangan hanya melihat ruang tamu, tetapi lihatlah toiletnya. Ini penting sekali," kata Raja Juli melalui keterangan remsi, Kamis (29/1).
Selain itu, Menhut menekankan perlunya perbaikan infrastruktur pendukung demi menarik wisatawan berkunjung ke Taman Nasional.
BACA JUGA: Senator Dayat El Suarakan Pelindungan Hutan Meratus & Desa Juhu di Rapat dengan Menhut RI
Dia tidak ingin jalur wisata masih licin dan berlumut, karena tidak aman dan ramah pengunjung.
Menurutnya, pengembangan ekowisata yang baik akan memberikan banyak manfaat, baik dari ekonomi maupun kelestarian alam.
BACA JUGA: Tampil di Forum London, Menhut Raja Juli Ungkap Komitmen Prabowo Lindungi Gajah Sumatra
Raja Juli menyebut pemerintah berkomitmen menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kawasan Taman Nasional.
"Semua pihak bahu-membahu, dan hasilnya bisa kita rasakan bersama. Menjaga kosistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies,” ujar eks Wakil Kepala Otorita IKN itu.
Raja Juli saat di Taman Nasional Bantimurung, turut menekankan pentingnya menjaga julukan lokasi sebagai Kingdom of Butterfly.
Dia bersyukur dalam sepuluh tahun terakhir terjadi peningkatan spesies kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung.
"Betapa pentingnya makna dan arti Taman Nasional. Kingdom of Butterfly, kerajaan kupu kupu. Dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu hingga 114 persen. Ini menandakan keberhasilan kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga ekosistem penting ini,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Menhut juga melepaskan 11 ekor burung Jalak Tunggir Merah, 32 burung Kacamata Kericau, 19 kupu-kupu berbagai jenis. (ast/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan




