Bisnis.com, JAKARTA - Konglomerat raksasa asal India Gautam Adani pemilik Adani Group menggandeng pesawat asal Brasil, Embraer untuk mengembangkan ekosistem pesawat regional terintegrasi.
Melalui Adani Defence & Aerospace, grup milik taipan Gautam Adani ini meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Embraer berkolaborasi kerja sama di bidang manufaktur pesawat terbang, rantai pasokan, layanan purna jual, hingga pelatihan pilot.
Kemitraan industri kolaboratif ini bertujuan untuk membangun jalur perakitan, diikuti peningkatan bertahap dalam lokalisasi demi memajukan program Pesawat Transportasi Regional (RTA) India, sejalan dengan inisiatif Aatmanirbhar Bharat dan visi konektivitas regional UDAN.
Presiden dan CEO Embraer Commercial Aviation Arjan Meijer menjelaskan India merupakan pasar yang sangat penting bagi Embraer, sehingga kemitraan ini menggabungkan keahlian kedirgantaraan pihaknya dengan kemampuan industri Adani.
"Grup Adani kuat dalam industri dan berkomitmen terhadap lokalisasi. Bersama-sama, kami akan menemukan solusi yang paling layak, canggih, dan efisien untuk mendukung ambisi RTA India dan potensi implementasinya," jelas Meijer dalam keterangan resmi Embraer, dikutip Kamis (29/1/2026).
Presiden dan CEO Adani Defence & Aerospace Ashish Rajvanshi menjelaskan pihaknya sedang membentuk ekosistem pesawat angkut regional India, sebuah langkah berani menuju penerbangan Aatmanirbhar yang menjembatani kesenjangan perkotaan-pedesaan.
Baca Juga
- Gautam Adani Ekspansi Besar-besaran di Sektor Properti
- Otoritas AS Panggil Crazy Rich India Gautam Adani Terkait Kasus Suap US$250 Juta
- Orang Terkaya Asia, Gautam Adani Dekati Posisi Mukesh Ambani Usai Harta Melonjak US$13 Miliar
Hal ini sekaligus menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, dan meningkatkan posisi India dalam industri kedirgantaraan global.
Senada, Direktur Adani Defence & Aerospace Jeet Adani menjelaskan kemitraan antara Brasil dengan India bukan hanya memperkuat huhungan strategis kedua negara, namun sekaligus memberikan efek berganda bagi perekonomian.
Terlebih, ekosistem diarahkan untuk mendukung permintaan domestik sekaligus menghasilkan lapangan kerja langsung dan tidak langsung yang signifikan di bidang teknik, manufaktur, logistik, dan layanan pendukung.
"Penerbangan regional merupakan tulang punggung ekspansi ekonomi. Dengan inisiatif seperti UDAN yang mentransformasi konektivitas udara di kota-kota Tier 2 dan Tier 3, kebutuhan akan ekosistem penerbangan regional dalam negeri menjadi sangat penting," katanya.
Sekadar info, Adani Defence & Aerospace adalah pemain pertahanan dan kedirgantaraan swasta terintegrasi terbesar di India yang membangun kemampuan penting di berbagai bidang dan memajukan manufaktur kedirgantaraan dan UAV dalam negeri yang selaras dengan prioritas keamanan nasional dan persyaratan global.
Dengan ekosistem MRO terbesar di negara ini dan platform pelatihan pilot yang berkembang pesat, Adani Defence memperkuat rantai nilai penerbangan India secara menyeluruh.
Portofolio mencakup pesawat terbang, sistem tanpa awak, avionik, senjata, dan pemeliharaan, yang berlandaskan pada pengembangan kemampuan jangka panjang dan kemandirian nasional.
Sementar itu, Embraer telah memiliki jejak yang terus berkembang dan sejarah panjang di India, dengan hampir 50 pesawat Embraer dan 11 jenis pesawat yang saat ini beroperasi di sektor penerbangan komersial, pertahanan, dan bisnis.
Pesawat Embraer yang dioperasikan oleh Angkatan Udara India termasuk pesawat Legacy 600 dan pesawat AEW&C ‘Netra’ yang berbasis pada platform Embraer ERJ145, sementara Star Air mengoperasikan armada 13 pesawat E175 dan ERJ145.

