Medan: Kepulan asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis, 29 Januari 2026. Puluhan armada pemadam kebakaran juga terus dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pendinginan di titik-titik api yang belum sepenuhnya padam.
“Petugas kami masih terus berjibaku di lapangan karena material karet yang terbakar menyebabkan api sulit dipadamkan secara total dan menimbulkan asap tebal,” ujar Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan Wandro Malau, Kamis, 29 Januari 2026.
Pantauan di Jalan KL Yos Sudarso Km 6,5, asap paling tebal terkonsentrasi di area pintu masuk utama pabrik. Sementara itu, beberapa titik di sisi lain bangunan sudah berhasil dijinakkan meski suhu di sekitar lokasi masih terasa sangat panas.
Baca Juga :
Kebakaran Pabrik Sandal Jepit Swallow di Medan Tak Kunjung PadamHingga saat ini, area gudang penyimpanan bahan baku menjadi tantangan terberat para personel di lapangan. Material kimia dan karet sintetis yang tertimbun reruntuhan bangunan membuat proses pemadaman harus dilakukan secara ekstra hati-hati.
Kondisi bangunan yang mulai rapuh akibat suhu panas ekstrem juga memaksa petugas Damkar untuk tidak sembarangan memasuki zona inti. Tim taktis terus melakukan penyemprotan dari jarak aman sembari memantau stabilitas struktur beton yang terdampak kebakaran.
Pihak manajemen perusahaan yang telah beroperasi di Medan selama 50 tahun itu sejauh ini belum memberikan keterangan resmi terkait kebakaran. Sementara Pemerintah Kota Medan melalui pihak kecamatan melakukan pendataan terkait dampak lingkungan akibat asap yang menyebar ke permukiman warga.
Baca Juga :
Gudang Logistik PLN ULP Ende Terbakar HebatSelain faktor material, petugas juga harus bekerja di tengah kepungan pemukiman padat penduduk. Fokus utama tim adalah melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke rumah warga yang berdekatan dengan dinding pabrik.
Kendala logistik air juga sempat terhambat akibat kemacetan panjang di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso. Upaya pemadaman melibatkan total 20 unit mobil damkar yang berasal dari Pemkot Medan, Pemprov Sumut, Pemkot Binjai, Brimob Polda dan pihak swasta.
Api berkobar hebat mulai Selasa, 27 Januari 2026, diduga berasal dari ruang obat atau gudang bahan kimia. Meski sempat terdengar rentetan ledakan yang memicu kepanikan ratusan warga, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korsleting listrik sebagai penyebab utama. Sementara itu, kerugian PT Garuda Mas Perkasa diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat hancurnya mesin produksi utama dan bangunan pabrik. (MI/Yoseph Pencawan)



