Indonesia Masih Bebas dari Virus Nipah, Pemerintah Tetap Optimalkan Alat Deteksi Suhu di Bandara

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah yang masuk ke wilayah Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan guna meredam kekhawatiran publik terkait isu penyebaran virus tersebut secara global.

BACA JUGA: Virus Nipah Bunuh Seorang Anak, Nakes Juga Jadi Korban

"Memang hari ini belum sampai Indonesia," ujar Wamenkes Benyamin Paulus usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

Wamenkes Benyamin menjelaskan virus Nipah telah dikenal sejak 1998 dan hingga saat ini jumlah kasusnya secara global masih terbatas.

BACA JUGA: Belum Ada Laporan Orang Meninggal Akibat Virus Super Flu

Tahun ini, kata dia, hanya terdapat dua kasus yang dilaporkan di India, meskipun tingkat kematian akibat virus tersebut tergolong tinggi.

"Jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus. Jadi, belum sampai Indonesia," kata Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.

BACA JUGA: Masyarakat Tidak Perlu Panik Adanya Virus Super Flu

Menurut dia, Pemerintah India langsung mengambil langkah penanganan ketat untuk mencegah penyebaran virus ke negara lain. Sementara itu Thailand sebagai negara transit juga telah meningkatkan kewaspadaan melalui skrining.

"Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown. Mereka juga tidak mau kasus itu terbang ke negara lain. Tapi Thailand sebagai tempat transit, itu segera jaga-jaga," ucap Wamenkes Benyamin.

Terkait langkah antisipasi di dalam negeri, Wamenkes mengatakan Indonesia telah memiliki mekanisme deteksi di bandara, termasuk pemantauan suhu tubuh penumpang.

Namun Wamenkes menegaskan skrining ketat, seperti yang diterapkan saat pandemi COVID-19, belum diberlakukan.

"Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di bandara yang suhu tinggi sudah bisa dideteksi. Tapi memang proses skrining seperti COVID belum kita lakukan," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
SD IT Al-Biruni Mandiri Resmi Terdaftar sebagai Cambridge International School
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Demi Investasi AI, Pinterest PHK 15 Persen Karyawan Global
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Indonesia’s Free Meals Program Reaches 60 Million Beneficiaries
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penampakan Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Jalan KS Tubun Tangerang Ditutup
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang PLN Terbakar
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.