tvOnenews.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) secara resmi memulai operasional proyek Revamping (pembaruan teknologi) Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan sektor industri terhadap tekad pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional melalui kepastian ketersediaan pupuk.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto untuk meresmikan dimulainya operasional proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur dan disaksikan oleh Kapolri, Menteri Pertanian, Gubernur Kalimantan Timur, Managing Director of Business 2 Danantara Aset Management, Direktur Utama Pupuk Indonesia, dan Direktur Utama Pupuk Kaltim.
"Sebagai negara agraris, Indonesia membutuhkan infrastruktur pendukung yang tangguh. Kehadiran pabrik yang lebih efisien dan modern ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pupuk domestik secara berkelanjutan, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian pangan Indonesia", kata Azis Samual Komisaris PT Pupuk Kaltim ketika ditemui disela-sela acara Revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur.
- Antara
Terpenuhinya kebutuhan pupuk dalam negeri adalah syarat mutlak bagi kedaulatan pangan. Melalui ketersediaan pupuk yang mencukupi dan tepat waktu, produktivitas lahan pertanian akan meningkat yang secara langsung akan berdampak pada kesejahteraan petani dan ketahanan stok pangan nasional.
"Modernisasi untuk produktivitas proyek Revamping ini bukan sekedar perbaikan teknis, melainkan upaya modernisasi infrastruktur pertanian. Dengan teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan, kapasitas produksi diharapkan lebih optimal untuk memastikan petani tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pasokan pupuk", tambah Azis.
Kehadiran jajaran pimpinan dari berbagai instansi mulai dari Eksekutif, Legislatif, hingga lembaga pengelola investasi BPI Danantara menegaskan bahwa revitalisasi industri pupuk adalah prioritas nasional yang didukung penuh oleh semua pemangku kepentingan.
"Dengan beroperasinya hasil Revamping Ammonia Pabrik-2 ini, kita tidak hanya memperbaharui mesin tetapi juga memperkuat pondasi ekonomi agraris kita. Fokus kita jelas agar suplai pupuk tersedia, produksi pertanian melimpah dan Indonesia mandiri secara pangan", pungkas Azis.(chm)


