PANGKALPINANG, KOMPAS.TV - Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Bangka Belitung atau Babel memperketat pengawasan pasokan hewan ternak, termasuk babi, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah.
Pengawasan terhadap ternak babi diperketat utamanya jelang perayaan Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026 mendatang. Virus Nipah diketahui rentan menular dari hewan ke manusia atau zoonosis.
"Babi, kambing, dan domba ini adalah faktor utama pemicu ancaman penyakit nipah dan peste des petits ruminants (PPR)," kata Kepala BKHIT Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Kemlu RI Pantau Penyebaran Virus Nipah di India, Pastikan Tak Ada WNI Tertular
Herwintarti mengatakan, pasokan ternak babi dari Bali dan Lampung telah menunjukkan peningkatan jelang Imlek. Pasokan babi meningkat untuk kebutuhan masyarakat keturunan Tionghoa jelang hari raya tersebut.
"Kita berharap pengetatan lalu lintas babi, kambing, domba dan lainnya dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kebahagiaan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan ini," ucapnya dikutip Antara.
Lebih lanjut, Herwinitarti menegaskan, BKHIT terus mengawal penditribusian pangan, khususnya hewan, ikan, dan tumbuhan di provinsi tersebut. Menurutnya, distribusi pangan di Bangka Belitung rata-rata berasal dari luar daerah.
"Dalam waktu dekat ini, kita akan merayakan Imlek, Sembahyang Kubur, puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dan rangkaian hari besar keagamaan ini diharapkan berjalan dengan aman dan lancar," katanya.
Baca Juga: Tingkat Kematian Virus Nipah Disebut Capai 40-75 Persen, Masyarakat Diimbau Waspadai Kelelawar
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- virus nipah
- bangka belitung
- penyebaran virus nipah
- imlek 2026
- virus nipah indonesia

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487852/original/095124300_1769680532-bpbd_kabupaten_bogor.jpg)


