TABLOIDBINTANG.COM - Sarah Sechan ikut menanggapi kisah Ressa Rizky, pemuda yang mengaku sebagai anak kandung Denada. Setelah menyaksikan langsung perjalanan hidup Ressa melalui podcast Denny Sumargo, Sarah Sechan mengaku tersentuh secara emosional.
“Kemarin menyempatkan nonton podcast Densu dari awal sampai akhir, yang menghadirkan Ressa, ibu yang merawat, dan pamannya,” tulis Sarah dalam unggahan Threads.
Sarah menangkap kesedihan mendalam dari raut wajah Ressa sepanjang tayangan. Menurut Sarah, tidak ada amarah yang terpancar, melainkan luka batin yang belum sembuh.
“Terlalu banyak kesedihan. Aku tidak melihat kemarahan dan kebencian di mata Ressa. Murni hanya kesedihan,” ungkapnya.
Sarah Sechan mengaku perasaannya tak kuasa menahan haru ketika Ressa menyampaikan harapan-harapan sederhana terkait identitas dirinya.
“Gimana gak ikut nangis pas dia bicara tentang harapannya dari semua yang dia lewati dan rasakan,” lanjutnya.
Dalam unggahan lain, ibu satu anak ini memperluas pandangannya tentang makna menjadi orang tua, khususnya peran seorang ibu. Ia menilai bahwa tidak semua perempuan siap menjalani peran tersebut, terlebih jika harus menjalaninya di usia muda.
“Saya rasa tidak sedikit wanita yang tidak siap sepenuhnya menjadi ibu, apalagi di usia muda. But we go with the flow and learn we go. Memutuskan mau punya anak atau tidak adalah hak setiap individu,” jelasnya.
Meski begitu, Sarah menegaskan bahwa kebebasan memilih tidak boleh menghilangkan tanggung jawab moral terhadap anak yang telah dilahirkan.
“Tidak ada yang salah. Yang gak bener itu kalau bertindak careless, tiba-tiba punya anak tapi lepas tanggung jawab,” ujarnya.
Bintang film Mohon Doa Restu itu menutup pandangannya dengan pesan reflektif tentang posisi anak dalam sebuah keluarga. Menurutnya, anak tidak pernah memiliki kuasa atas kondisi kelahirannya.
“Gak ada anak lahir bisa memilih mau orang tua yang mana atau dilahirkan ke keluarga siapa, tapi orang tua bisa memilih untuk bertanggung jawab atau tidak,” pesannya.



