Jakarta: Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, meminta masyarakat Indonesia mewaspadai tren peningkatan penyalahgunaan gas tertawa atau nitrous oxide (N2O). Fenomena yang dikenal dengan istilah "Whip Pink" ini dilaporkan mengalami lonjakan kasus di berbagai belahan dunia dan membawa risiko kesehatan yang fatal.
“Peningkatan penggunaan Gas Tertawa (N2O) di dunia, kita perlu waspada. Secara umum bentuknya adalah mieloneuropati dan neuropati perifer, yang berhubungan dengan defisiensi fungsi B12 akibat menghirup N2O ini. Gejala yang timbul dapat berupa parastesia, ataxia, kelemahan, gangguan buang air besar dan buang air kecil,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Baca Juga :
Waspada Efek 'Whip Pink', Gas Tertawa Picu Adiksi dan HipoksiaDirektur Pascasarjana Universitas YARSI ini merujuk pada data majalah kedokteran Lancet 2025 yang menyebutkan penggunaan N2O non-medis terus meningkat. Bahkan, laporan CDC Amerika Serikat menunjukkan penyalahgunaan zat ini melonjak hingga lima kali lipat pada 2023 dibandingkan tahun 2019.
Selain gangguan saraf, Prof. Tjandra menjelaskan adanya dampak psikiatri serius yang menghantui para pengguna rekreasional. Pengguna berisiko mengalami delusi, halusinasi, paranoid, hingga psikosis akut. Tak berhenti di situ, dampak fisik pada organ vital pun sangat mengkhawatirkan.
“Penyalahgunaan N2O juga berdampak pada paru dan saluran napas berupa asfiksia, serta risiko bekuan darah dalam bentuk tromboemboli. Gangguan di darah dalam bentuk hiperhomosisteinaemia juga punya potensi berhubungan dengan infark jantung dan stroke,” ujar Tjandra.
Baca Juga :
Lalin Daan Mogot Pulih Malam Ini, Pengendara Tetap Diminta WaspadaMenanggapi fenomena "Whip Pink" yang belakangan viral di media sosial, Prof. Tjandra memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas pemerintah. Ia menilai pengawasan terhadap peredaran zat ini harus diperketat agar tidak merusak generasi muda.
“Kita menyambut baik pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengimbau masyarakat jangan pernah mencoba untuk mengonsumsi 'gas tertawa' alias Whip Pink. Dengan data-data di atas maka kita semua perlu waspada tentang Indonesia,” ujar Tjandra.
Sebelumnya, BNN RI telah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak mencicipi atau menghirup N2O. Meski memiliki aroma sedikit manis, zat ini sangat berbahaya jika digunakan di luar pengawasan medis profesional.




