Uni Eropa segera memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar teroris blok tersebut. Iran mengecam keras keputusan itu dan menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai dalang.
"Keputusan yang tidak berdasar dan tidak beralasan ini, jauh dari rasionalitas apa pun, telah dibuat di bawah tekanan presiden Amerika Serikat yang delusional dan bodoh serta rezim Zionis yang teroris dan pembunuh anak-anak," bunyi keterangan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dilansir Al Jazeera, Kamis (29/1/2026).
Iran juga mengatakan keputusan Uni Eropa itu melanggar banyak hukum internasional dan kedaulatan Iran sebagai negara berdaulat.
"Merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan peraturan internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan prinsip-prinsip dasar penghormatan terhadap kedaulatan nasional negara-negara," bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa konsekuensi berbahaya dari keputusan yang bermusuhan dan provokatif ini akan ditanggung langsung oleh para pembuat kebijakan Eropa.
Seperti diketahui, para menteri luar negeri Uni Eropa akan segera memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam "daftar teroris" blok tersebut setelah penindakan brutal terhadap demonstrasi massal. Demikian diumumkan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kalla.
"Jika Anda bertindak sebagai teroris, Anda juga harus diperlakukan sebagai teroris," kata diplomat senior tersebut kepada wartawan menjelang pertemuan para menteri Uni Eropa di Brussels, Belgia, dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/1/2026).
Dia mengatakan langkah tersebut menempatkan IRGC pada level yang sama dengan kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS.
(ygs/dek)


