Pantau - PT Taspen (Persero) menerima kunjungan benchmark dari Bank Kalsel sebagai bagian dari upaya berbagi praktik terbaik dalam penyelenggaraan kearsipan dan penguatan tata kelola informasi.
Kolaborasi Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan ArsipSekretaris Perusahaan Taspen, Henra, menjelaskan bahwa manajemen arsip merupakan fondasi utama dalam menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan perusahaan.
"Melalui kolaborasi ini, Taspen berkomitmen membagikan pengalaman dalam mengelola arsip yang tidak hanya sekadar tersimpan, tapi juga mudah diakses dan terlindungi keamanannya sesuai standar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)," ungkapnya.
Delegasi Bank Kalsel mempelajari langsung bagaimana siklus hidup arsip dijalankan di Taspen, mulai dari penciptaan, penggunaan, penyimpanan, hingga penyusutan arsip.
Kunjungan juga mencakup pembelajaran mengenai penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) dalam tata naskah dinas dan proses alih media digital sebagai penunjang layanan operasional.
Record Center dan Standar Keamanan ArsipTim Bank Kalsel turut meninjau Record Center milik Taspen yang mengelola berbagai jenis aset informasi, seperti dokumen fisik, cetak biru (blueprint), dan arsip lainnya.
Henra menyampaikan bahwa Unit Kearsipan Taspen terus melakukan penyempurnaan dan penyesuaian dalam pengelolaan arsip secara berkelanjutan.
Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan keselamatan arsip tetap terjaga sesuai standar ANRI.
Taspen juga secara rutin berkoordinasi dengan ANRI dalam berbagai kegiatan, termasuk pemusnahan arsip.
Dalam tiga tahun terakhir, PT Taspen telah memusnahkan sebanyak 833.423 arsip sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Melalui benchmark ini, Taspen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan yang andal dan memastikan bahwa setiap data peserta terlindungi dengan baik," ia mengungkapkan.



