Teh Dapat Meningkatkan Kesehatan, Tetapi Ditentukan Cara Meminumnya 

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Teh merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Sebagaimana kopi, teh juga memiliki manfaat kesehatan, namun hanya jika dikonsumsi dengan cara yang benar.

Konsumsi teh global mencapai 6,5 juta ton pada tahun 2022, menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 3,3 persen selama dekade terakhir. China adalah konsumen terbesar teh dengan 3 juta ton pada tahun 2022 atau 46 persen dari pangsa global.

Menurut International Tea Committee, dengan konsumsi 94.000 ton pada tahun 2018, Indonesia menempati peringkat ke-10 negara konsumen teh terbesar. Tingkat konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,36 kg per kapita per tahun.

Baca JugaKonsumsi Kopi dan Teh Menurunkan Risiko Stroke dan Demensia

Kajian Hafiizh Prasetia dkk. di jurnal Biopropal Industri tahun 2020 menunjukkan, pola konsumsi teh di Indonesia didominasi teh celup. Teh juga menjadi minum harian. Kelompok usia produktif (31–40 tahun) menjadi konsumen teh paling rutin dengan rata-rata 1,90 gelas per hari.

Berdasarkan studi Hafiizh ini, 60,11 persen responden menambahkan gula ke dalam teh yang dikonsumsinya. Mayoritas responden juga mengonsumsi teh hitam disusul teh hijau dan teh putih.

Alih-alih memberikan manfaat kesehatan, cara mengonsumsi teh tersebut justru dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Manfaat dan risiko

Sebuah tinjauan komprehensif di Beverage Plant Research pada Juli 2025 menemukan bahwa teh, terutama teh hijau, sangat terkait dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular (PJK), obesitas, diabetes, dan beberapa bentuk kanker. Di luar manfaat yang sudah dikenal ini, konsumsi teh juga dikaitkan dengan perlindungan otak, pengurangan kehilangan massa otot pada orang dewasa yang lebih tua, dan efek anti-inflamasi dan antimikroba.

Laporan kajian yang ditulis Mingchuan Yang dari Chinese Academy of Agricultural Sciences dan tim ini menunjukkan teh sebagai minuman dengan potensi luas untuk mendukung kesehatan jangka panjang. Namun, pada saat yang sama, tinjauan ini menyoroti kekhawatiran penting terkait produk teh modern tertentu, khususnya teh kemasan dan teh boba (bubble tea), yang mungkin mengandung pemanis buatan, pengawet, dan aditif lainnya.

Sebanyak 60,11 persen responden menambahkan gula ke dalam teh yang dikonsumsinya.

Teh umumnya diproduksi dari daun Camellia sinensis dan telah dikonsumsi di seluruh dunia selama berabad-abad. Teh pertama kali digunakan terutama untuk tujuan pengobatan sebelum menjadi minuman sehari-hari.

Para peneliti telah lama tertarik pada teh karena mengandung kadar polifenol yang tinggi, terutama katekin, yang diyakini memiliki efek kesehatan. Tinjauan ini meneliti pengaruh teh pada berbagai hasil kesehatan menggunakan bukti dari penelitian laboratorium serta studi pada manusia.

Meskipun teh hijau telah banyak dipelajari, tidak banyak yang diketahui tentang efek kesehatan dari varietas lain, termasuk teh hitam, oolong, dan teh putih. Tinjauan ini juga mempertimbangkan potensi risiko yang terkait dengan zat tambahan dan kontaminan dalam beberapa minuman teh yang diproduksi secara komersial.

Menurut tinjauan tersebut, teh hijau menonjol karena efek perlindungannya pada sistem kardiovaskular. Teh hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol.

Studi kohort besar juga menunjukkan bahwa orang yang secara teratur minum teh memiliki risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab, tingkat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, dan kemungkinan yang lebih kecil terkena kanker tertentu.

Teh juga dapat berperan dalam pengelolaan berat badan dan pengendalian diabetes. Bukti menunjukkan bahwa katekin teh hijau dapat mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan penanda metabolisme pada individu dengan obesitas.

Baca JugaTeh Hijau dan Olahraga Bantu Kurangi Perlemakan Hati

Konsumsi teh pun dikaitkan dengan manfaat di luar kesehatan jantung dan metabolisme. Penelitian menunjukkan, peminum teh reguler, terutama orang dewasa tua, menunjukkan tingkat penurunan kognitif yang lebih rendah dan lebih sedikit biomarker yang terkait dengan penyakit Alzheimer.

Selain itu, katekin teh dapat membantu memperlambat kehilangan otot terkait usia. Efek ini dapat mendukung kekuatan otot yang lebih baik, fungsi fisik, dan kinerja keseluruhan pada lansia.

Meskipun teh memiliki banyak manfaat, tinjauan ini memperingatkan bahwa tidak semua produk teh menawarkan nilai kesehatan yang sama. Teh dalam botol dan teh boba sering mengandung tambahan gula, pemanis buatan, dan pengawet yang dapat melemahkan atau mengurangi manfaat alami teh, bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes.

Yang dan tim juga mencatat kekhawatiran tentang residu pestisida, logam berat, dan mikroplastik yang ditemukan dalam teh. Walau tidak dianggap sebagai risiko signifikan bagi kebanyakan orang, kontaminan ini mungkin lebih relevan bagi individu yang mengonsumsi teh dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama.

Baca JugaTeh Celup di Indonesia Melepaskan Mikroplastik, Berisiko terhadap Kesehatan

Tinjauan ini juga membahas bagaimana teh dapat mengganggu penyerapan nutrisi tertentu, termasuk zat besi non-heme dan kalsium, yang mungkin penting bagi orang yang mengikuti diet vegetarian atau mereka yang memiliki kebutuhan nutrisi khusus.

Cara konsumsi terbaik

Secara keseluruhan, laporan penelitian ini menyimpulkan bahwa teh memberikan manfaat kesehatan yang jelas, terutama bila dikonsumsi dalam bentuk tradisionalnya, yaitu diseduh segar. Konsumsi secukupnya disarankan untuk pilihan olahan seperti teh kemasan dan teh boba karena kandungan gula dan pengawetnya.

Para peneliti menyarankan bahwa konsumsi teh seduh secara teratur dan dalam jumlah sedang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker.

Laporan Yang dan tim ini tidak menetapkan angka baku konsumsi teh moderat yang dianggap aman dan bermanfaat. Namun, berdasarkan rujukan studi yang dikaji, konsumsi 3–5 cangkir teh seduh per hari atau 600–1.000 mili liter per hari tergantung konsentrasi seduhan dinilai cukup.

Tingkat konsumsi tersebut setara dengan 300–500 miligram (mg) polifenol teh per hari atau kurang dari 300 mg kafein per hari. Angka ini sering dianggap sebagai batasan aman untuk konsumsi kafein.

Yang juga merekomendasikan untuk mengonsumsi teh yang baru diseduh, bukan teh kemanasan yang lama disimpan. Hal ini berkaitan dengan stabilitas senyawa bioaktif teh dan perubahan kimia yang terjadi setelah penyeduhan.

Baca JugaSecangkir Teh Nusantara

Teh, terutama teh hijau dan teh putih, kaya akan polifenol seperti katekin, flavonoid, dan L-theanine. Senyawa-senyawa ini cenderung tidak stabil setelah kontak dengan udara, terkena cahaya, dan disimpan pada suhu ruang dalam waktu lama.

Teh yang baru diseduh akan mempertahankan konsentrasi antioksidan tertinggi. Sebaliknya, setelah diseduh dan dibiarkan, katekin dapat teroksidasi menjadi senyawa lain yang kurang aktif secara biologis. Ini antara lain ditandai dengan rasa lebih pahit dan kehilangan aroma segar.

Pada teh hitam, oksidasi lanjutan dapat mengubah theaflavin menjadi thearubigin yang memberi warna lebih gelap dan menurunkan potensi antioksidan relatif.

Selain itu, dalam konteks Indonesia yang beriklim tropis, teh yang dibiarkan pada suhu ruang selama beberapa jam dapat menjadi medium pertumbuhan bakteri atau jamur. Ini terutama jika teh ditambahkan gula, madu, atau susu.

Jadi, teh secara saintifik telah terbukti memberi manfaat kesehatan, termasuk membantu menjaga umur panjang. Namun, manfaat itu hanya bisa didapatkan jika dikonsumsi dengan cara yang benar. Sebaliknya, konsumsi keliru, justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam 30 Januari 2026 Turun, Simak Daftar Lengkapnya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PU Bicara Penyebab Banjir di Bekasi, Rencanakan Tambah Bendungan
• 20 jam laludetik.com
thumb
IHSG Rebound Usai OJK-BEI Respons MSCI, Ini yang Perlu Dicermati Investor
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Huntara Padang Pariaman ruang silaturahmi para penyintas
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
39 RT dan 3 Ruas Jalan di DKI Masih Terendam Banjir pada Jumat Pagi, Tertinggi 3,5 meter
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.