JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban dalam kalender Hijriah, umat Islam kembali diingatkan akan keistimewaan malam yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Khotbah Jumat, 30 Januari 2026 ini bisa menjadi bahan untuk memperdalam pemahaman umat tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dan amalan yang dianjurkan.
Khotbah Jumat kali ini akan membahas secara khusus makna spiritual Nisfu Syaban, dasar-dasar keutamaannya dalam hadis, serta amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan malam mulia tersebut.
Dikutip dari simbi.kemenag.go.id, berikut khotbah Jumat dengan tema keutamaan dan amalan Nisfu Syaban:
Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Amalan, dan Niat Puasa
Khotbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا، أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْ اللَّهَ اتَّقُوْ اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ . صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ.
Jemaah Jum’at Rahimakumullah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. dengan sebenar-benarnya. Takwa yang tidak hanya di lisan, tetapi meresap ke hati, terpancar dalam amal, dan membentuk akhlak kita sehari-hari.
Pada kesempatan yang mulia ini, izinkanlah khatib mengajak hadirin sekalian untuk sejenak merenungkan sebuah malam yang agung yang akan segera kita masuki, yaitu malam Nisfu Syakban. Malam pertengahan di bulan Syakban, bulan yang sering dilalaikan, padahal ia adalah bulan pengantar menuju Ramadan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr [59] ayat 18:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Ayat ini merupakan fondasi dari muhasabah (introspeksi diri). Ia memerintahkan kita untuk melihat ke belakang, mengevaluasi bekal amal yang telah kita kumpulkan untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat.
Nisfu Syakban adalah waktu yang sangat tepat untuk melaksanakan perintah muhasabah. Mengapa? Karena Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan Syakban. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya, "Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa di bulan lain sebanyak puasamu di bulan Syakban." Nabi Muhammad SAW menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.
“Itu (Syakban) adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, antara Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku suka jika amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (H.R. Ahmad)
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- khotbah jumat
- khutbah jumat
- 30 januari 2026
- malam nisfu syaban
- nisfu syaban 2026




