TANGERANG, KOMPAS.com – Sunyi menyelimuti sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Kota Tangerang.
Di tengah lalu lintas yang tetap bergerak, dispenser BBM justru berhenti melayani sebagian besar pelanggan karena stok yang belum juga terisi.
Pantauan Kompas.com di SPBU Shell Cipondoh, Kamis (29/1/2026), area pengisian terlihat sepi tanpa antrean kendaraan.
Beberapa pengendara roda dua sempat masuk ke area SPBU, namun langsung berputar arah setelah mengetahui BBM tidak tersedia.
Baca juga: BBM SPBU Shell Tangerang Kosong, Petugas Sebut 3 Bulan Tak Ada Pasokan
Pada papan harga, tulisan Shell Super dan V-Power Nitro+ tampak kosong tanpa nominal.
Stok yang tak kembaliKondisi tersebut bukan hal baru. Seorang petugas SPBU Shell bernama Adit (bukan nama sebenarnya) menyebut, pasokan BBM di lokasi tempatnya bertugas sudah terhenti cukup lama.
“Kalau di sini sudah tiga bulan tidak ada BBM,” ujar Adit saat ditemui Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Ia mengatakan, hingga kini belum ada pengiriman BBM, baik Shell Super maupun V-Power. Situasi serupa, menurut dia, terjadi di SPBU Shell lain.
“Masih kosong. Belum ada pengiriman BBM. Sekarang di semua Shell sudah kosong semua bensinnya,” kata Adit.
Meski demikian, SPBU tersebut masih melayani pengisian BBM jenis V-Power Diesel. Harga yang tertera di dispenser menunjukkan angka Rp 13.860 per liter.
Baca juga: Stok BBM di SPBU Shell Tangerang Kembali Kosong, Pengendara Putar Balik
Di depan area pengisian, terlihat traffic cone oranye-putih serta pagar pembatas kuning-putih sebagai penanda bahwa pengisian BBM tertentu tidak dilayani.
Menanti kejelasanHingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Shell Indonesia terkait penyebab terhentinya pasokan BBM ke sejumlah SPBU tersebut.
Shell Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya masih berupaya memastikan kelancaran distribusi dengan berkoordinasi bersama pemerintah.
“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” ujar President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, dalam keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, proses tersebut berkaitan dengan regulasi dan mekanisme impor yang harus dijalankan.
Baca juga: Spanduk Pijat Rp 1.000 di Shell Tangsel, dari Keluhan hingga Rasa Penasaran
“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” ucap Ingrid.
Kelangkaan Shell Super dan V-Power menjadi sorotan karena kedua produk ini memiliki basis pelanggan tersendiri, terutama pemilik kendaraan yang membutuhkan BBM beroktan tinggi.
Di tengah keterbatasan pilihan, publik kini menanti kepastian agar pasokan BBM Shell kembali normal dan SPBU dapat beroperasi penuh seperti sedia kala.
(Reporter: Intan Afrida Rafni, Dio Dananjaya | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita, Faieq Hidayat, Agung Kurniawan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



