JAKARTA, DISWAY.ID - Peran petani milenial dinilai semakin strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Untuk mendukung agenda tersebut, CropLife Indonesia memperkenalkan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) sebagai kerangka pengelolaan pestisida berkelanjutan yang menekankan aspek keamanan, efisiensi, dan perlindungan lingkungan bagi generasi petani muda.
Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, SPMF diarahkan untuk membekali petani milenial dengan pemahaman penggunaan produk perlindungan tanaman yang bertanggung jawab, berbasis sains, serta selaras dengan transformasi pertanian modern dan digital.
BACA JUGA:PalmCo Serap 3.25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nurhayati, M.Sc., menegaskan bahwa penerapan SPMF sangat relevan untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan sekaligus menarik minat petani milenial.
Menurutnya, penggunaan pestisida yang ramah lingkungan tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga memberikan efisiensi biaya bagi petani serta menjamin keamanan pangan bagi konsumen.
"SPMF membantu memastikan pestisida digunakan dengan SOP yang tepat, aman bagi petani, dan sehat bagi masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA:Jemaah Haji 2026 Bakal Santap Nasi Petani Sendiri, Kemenhaj Setop Impor Beras
Ia menambahkan, regenerasi petani menjadi prioritas nasional mengingat mayoritas petani saat ini berasal dari kelompok usia senior.
Melalui dukungan teknologi seperti drone pertanian, digitalisasi perizinan, hingga program pendampingan dan pelatihan, SPMF dinilai mampu mendorong lahirnya petani milenial yang profesional dan mandiri.
Sejalan dengan itu, CropLife Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan relawan di lapangan agar inovasi pertanian modern benar-benar dapat diadopsi oleh generasi muda di sektor pertanian.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memajukan pertanian berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.
BACA JUGA:Petani Milenial Raup Omzet 2 Kali Lipat Usai Jadi Pemasok Sayur Program MBG
Hal ini mencakup berbagai program strategis pemerintah mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi yang seluruhnya menjadi fondasi penting dalam transisi Indonesia dari pertanian konvensional menuju pertanian modern.
Sebagai negara dengan potensi pertanian yang sangat besar, Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks, antara lain perubahan iklim, dinamika geopolitik global, alih fungsi lahan, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan pertanian, serta kebutuhan untuk beradaptasi dengan teknologi pertanian modern.
- 1
- 2
- 3
- »




