GenPI.co - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menurunkan biaya pita cukai arak Bali.
Wayan Koster mengatakan pihaknya mematok target pengurangan biaya produksi arak Bali, supaya meringankan beban perajin.
Dia mengungkapkan sejumlah biaya yang bisa ditekan, yakni dana untuk kemasan botol arak Bali dan biaya cukai.
“Saya akan bersurat ke Menkeu, agar pita cukai arak Bali lebih murah. Harusnya negara berpihak pada rakyat kecil,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (30/1).
Politikus PDIP itu menyampaikan biaya arak Bali dengan volume 750 ml, sebesar Rp 100 ribu untuk mendapatkan pita cukai.
Banyak perajin juga terbebani botol kemasan yang harus impor dari Tiongkok. Dia pun berharap Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, menyediakannya di dalam negeri.
“Pak Dirjen kalau bisa, jangan impor botolnya. Produk lokal Indonesia atau dibuat di Bali, agar lebih bersaing,” tuturnya.
Koster menyampaikan biaya yang harus dikeluarga perajin dan petani arah Bali, cukup besar. Hal ini, membuat keuntungan yang didapatkan sangat tipis.
“Petani cuma dapat Rp 40 ribu. Harga botol sekitar Rp 30 ribu, ongkos produksi Rp 150 ribu, ditambah pita cukai Rp 100 ribu,” ujarnya.
Dia mengatakan Pemprov Bali mematok target menurunkan beban perajin dan petani arak Bali, supaya produknya bisa bersaing dengan minuman luar negeri.
“Mari doakan, agar arak Bali menjadi minuman spirit ke tujuh dunia, dengan mendeskripsikan kekhasannya,” ucapnya. (ant)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:




