Washington, VIVA – Kebiasaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap memejamkan mata saat rapat kabinet kembali menjadi sorotan. Trump sendiri menegaskan bahwa tindakannya itu bukan karena tertidur, melainkan karena merasa bosan dan ingin segera mengakhiri rapat.
Trump mengklaim bahwa ia tidak tidur saat rapat kabinet pada bulan Desember lalu, meskipun terlihat memejamkan mata cukup lama. Menurutnya, hal tersebut semata-mata karena suasana rapat yang dianggap membosankan.
"Beberapa orang mengatakan, dia memejamkan mata. Lihat, itu cukup membosankan," kata Trump sambil tertawa kepada para pejabat di Ruang Kabinet Gedung Putih, Kamis, 29 Januari 2026.
- White House
"Saya tidak tidur. Saya hanya memejamkan mata karena saya ingin segera keluar dari sini."
Ia menambahkan, "Ngomong-ngomong, saya tidak tidur. Saya tidak banyak tidur."
Komentar itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi selama 81 menit. Dalam pertemuan tersebut, ia memangkas format biasanya dengan melewatkan beberapa pejabat serta sesi tanya jawab dengan wartawan.
Di usia 79 tahun dan menjalani masa jabatan terakhirnya, Trump berupaya keras menepis isu mengenai stamina dan vitalitasnya.
Ia kerap memuji kebugaran kognitifnya di hadapan wartawan, meminta ajudan membuka lebih banyak agenda pertemuan kepada publik, bahkan sesekali melontarkan candaan tentang kemungkinan masa jabatan ketiga meski dibatasi konstitusi.
Jadwal resmi yang dibagikan kepada pers kini juga memuat rincian seperti "waktu kebijakan", "waktu penandatanganan", dan "wawancara cetak".
Pada pemerintahan sebelumnya, rapat kabinet cenderung berlangsung tertutup dan jarang disorot kamera. Namun di era Trump, forum tersebut kerap berubah menjadi panggung publik untuk menampilkan capaian pemerintahan yang dinilai kurang mendapat perhatian media.
Dalam satu kesempatan tahun lalu, rapat kabinet bahkan berlangsung lebih dari tiga jam dan disiarkan langsung di televisi, menjadi salah satu penampilan kamera terpanjang dalam kehidupan publiknya.
Trump memang beberapa kali terlihat menutup mata dalam berbagai acara publik, meski pada rapat Kamis itu ia tidak tampak tertidur.
Ia juga bukan presiden pertama yang menghadapi pertanyaan soal stamina. Pada era 1980-an, juru bicara Presiden Ronald Reagan, Marlin Fitzwater, juga pernah diminta menjelaskan mengapa Reagan yang telah berusia 70-an terlihat mengantuk di depan umum.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5325279/original/030384100_1755948443-1869bb00-ebd3-40bb-ae16-e7337cd81a89.jpeg)