JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, sebanyak 6.000 lubang jalan yang rusak dampak banjir sudah ditambal sulam.
Diketahui sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan imbas banjir sehingga membahayakan pengendara.
"Sekarang ini Dinas Bina Marga sudah melakukan hampir 6.000 lubang yang ada di Jakarta, kemarin kami sudah hitung," kata Pramono di Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat, 30 Januari 2026.
BACA JUGA:Banyak Jalan Rusak saat Cuaca Ekstrem Picu Kecelakaan, Dirlantas PMJ Imbau Pengendara Hati-hati
Pramono memastikan, proses perbaikan dengan sistem tambal sulam tersebut hanya bersifat sementara.
Setelah lewat musim penghujan barulah akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh pada jalan yang rusak.
"Nanti curah hujannya sudah turun, kami akan lakukan perbaikan yang permanen," pungkasnya.
BACA JUGA:Sosok Wahyu Kades Garut yang Viral Usai Keluarganya Intimidasi Warga Kritik Jalan Rusak, Ternyata Sudah Jabat 6 Tahun
Kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo membuka kemungkinan mengganti aspal yang sekarang dengan jenis aspal penyerap air.
Penggunaan aspal penyerap air tersebut untuk meminimalisir kerusakan jalan akibat saat tergenang banjir.
Heru menjelaskan kerusakan aspal dipicu oleh beban kendaraan yang melintas di atas jalan yang tergenang.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Ciledug: Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tangki, Diduga Gegara Jalan Rusak
"Begitu daya lekatnya berkurang, kemudian dilintasi terus, dia lepas. Nah, kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya akan rusak," ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Heru menjelaskan, sekarang ini material aspal yang memiliki pori-pori untuk menyerap air sudah mulai diimplementasikan pada fasilitas publik lainnya.
Kendati demikian, Dinas Bina Marga masih perlu melakukan pengujian teknis sebelum benar-benar digunakan di jalan raya.
- 1
- 2
- »




