Grid.ID - Sosok pedagang es gabus yang dituduh aparat pakai spons pada dagangannya belakangan memang tengah viral. Imbas kejadian itu, sang pedagang diundang Dedi Mulyadi ke kediamannya.
Suderajat (49) tampak berangkat dari Kota Bandung ditemani oleh Andi yakni selaku anaknya. Keduanya diketahui berangkat ke Bandung Selasa (27/1/2026) malam.
"Saya lagi di Bandung, di rumah pak Gubernur, KDM (Kang Dedi Mulyadi)," ucap Andi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Tak cuma berdua, Suderajat dan Andi rupanya ditemani pula oleh perwakilan RW rumahnya dengan diantar seorang sopir menuju kediaman Dedi Mulyadi. Meski begitu, Andi tak membeberkan lebih rinci terkait apa yang dibicarakan Dedi Mulyadi dan ayahnya.
Andi juga berseloroh saat itu sang ayah pindah ke dalam mobil yang ditumpangi oleh Dedi Mulyadi.
"Ini saya sudah ketemu KDM, tapi (mobil) saya dibelakangnya, cuma bapak saya yang pindah mobil (bareng Dedi)," imbuh Andi.
Sementara itu, sebelum diundang Dedi Mulyadi, Suderajat sempat ditemui banyak pihak. Mulai dari lurah, Dinsos Kabupaten Bogor, hingga influencer.
Usut punya usut, hal ini lantaran video viral dimana sebelumnya ia dituduh oleh Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo menjual es gabus berbahan spons. Dimana video tersebut kemudian menjadi viral, dan tidak terbukti mengandung bahan yang dituduhkan.
Alhasil, setelahnya Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo akhirnya mengaku salah dan meminta maaf melalui video berdurasi sekitar 4 menit yang dirilis oleh Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dikutip dari Tribunnews.com.
Ikhwan beralasan tindakannya yang dilakukan dengan Heri hanya spontan ata laporan dari masyarakat yang menduga adanya peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.
"Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," imbuhnya.
Sementara itu, Suderajat sendiri ternyata memang benar diundang Dedi Mulyadi untuk menemui sang Gubernur Jawa Barat itu. Saat itu Suderajat mengaku sempat diintimidasi dan mengalami penganiayaan dari preman di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Saya ditonjok dikeroyokin sekitar lima orang," kata Suderajat dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (28/1/2026).
Artikel Asli



