Pramono Resmikan Taman Kelinci Roci: Dulu Lokasi Kumuh, Kini Disulap Jadi RTH

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono DS meresmikan Taman Kelinci Roci (Rorotan Cilincing), Jakarta Utara pada Jumat (30/1). Taman seluas 2.700 meter persegi itu sebelumnya merupakan kawasan kumuh.

“Saya hadir untuk meresmikan Taman Roci. Taman Roci itu singkatan dari Rorotan Cilincing. Yang luasnya 2.700,” katanya pada wartawan.

Pantauan kumparan di lokasi, tampak taman tersebut telah dipakai oleh warga. Terlihat warga, khususnya anak-anak, tampak memainkan fasilitas taman dengan simbol kelinci tersebut.

Saat peresmian, tampak beberapa ekor kelinci dilepas. Nantinya, pengunjung yang ingin bermain dengan hewan tersebut dapat melihatnya di area kelinci yang telah disiapkan taman. Terlihat ada beberapa petugas yang menjaga kelinci-kelinci tersebut.

Pram mengatakan, taman tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas ruang terbuka hijau (RTH).

Ia menyebut, saat ini pemerintah tidak hanya membangun taman berskala besar, tetapi juga taman kecil yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau dulu yang dibuat besar-besar, sekarang kecil pun selama ini membawa manfaat bagi masyarakat, saya izinkan untuk dikembangkan, dan ini salah satu contohnya,” ujarnya.

Menurut Pram, jumlah taman yang dibangun cukup banyak hingga peresmian bisa dilakukan hampir setiap pekan. Ia menilai, pembangunan Taman Roci menjadi bukti kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, dan masyarakat.

“Ini memperlihatkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, dalam hal ini Jakarta Utara, dengan masyarakat dan juga dengan Dinas Pertamanan, ini sebagai salah satu bukti bahwa ternyata bisa diatur,” kata dia.

Ia mengungkapkan, kawasan Taman Roci sebelumnya dikenal sebagai lokasi kumuh.

“Dulu tempat ini adalah tempat yang apa ya, kumuh ya? Dan alhamdulillah sekarang bisa menjadi tempat ruang terbuka hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pram.

Pram juga menekankan pentingnya perawatan taman agar tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

“Yang paling penting apa pun harus dirawat, dijaga, jangan sampai kemudian hanya seremonial. Saya enggak mau sekadar hanya seremonial,” tandasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade: Menteri PU Sepakat Bangun Lagi Jalan Bayang-Alahan Panjang
• 8 jam laludetik.com
thumb
5 Inspirasi Mix-and-Match Blazer
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kedubes Kuwait Sumbangkan 51 Tabung Oksigen ke Fasilitas Kesehatan di Indonesia sebagai Bentuk Dukungan Kemanusiaan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Gus Yahya Tempuh Jalan Islah, Imam Jazuli: Pengakuan De Facto Otoritas Syuriyah
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Longsor Bandung Barat: Masyarakat Tak Berkepentingan Diimbau Tidak Dekati Lokasi
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.