Kejari Kupang Tetapkan Tersangka Baru Kasus Kredit Bermasalah Bank NTT

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Sofia Mandala

TVRINews, Kupang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang menetapkan satu orang tersangka tambahan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proses pemberian kredit bermasalah di PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) tahun 2016.

Christofel Liyanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kredit atas nama debitur CV ASM milik Racmat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Shirley Manutede mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang cukup, baik dari keterangan saksi, ahli, maupun dokumen pendukung lainnya.

Dalam perkara ini, Christofel diduga berperan dalam proses pencairan kredit yang tidak sesuai dengan ketentuan perbankan dan prinsip kehati-hatian. Akibat perbuatannya, kredit yang diberikan menjadi bermasalah dan tidak dapat ditagih sebagaimana mestinya.

Berdasarkan hasil perhitungan, kasus ini menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp3,5 miliar.

Tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pihak Kejaksaan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum serta pemberantasan korupsi di sektor perbankan daerah.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab dalam kasus kredit bermasalah tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rapat Pleno PBNU Tetapkan Muktamar ke-35 NU Digelar Setelah Lebaran Haji
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Kapan Kaesang Mengumumkan Sosok Bapak J?
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Mengapa Boikot terhadap Piala Dunia 2026 Takkan Mungkin Terjadi
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Banjir Surut, Warga Gang Mawar Bekasi Berjibaku Bersihkan Lumpur Tebal
• 4 jam laludetik.com
thumb
Harga Saham Terlalu Mahal, Emiten Grup Sinarmas (DSSA) Bakal Stock Split 1:25
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.