Sebidang Tanah, Pasti Ada Satu Benih yang Cocok

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Keyakinan Seorang Ibu: “Sebidang tanah, selalu ada satu benih yang cocok untuknya.”

Ada seorang gadis yang gagal masuk perguruan tinggi. Dia kemudian ditempatkan untuk mengajar di sekolah dasar di desanya sendiri.

Karena tidak mampu menjelaskan soal matematika dengan baik, belum genap satu minggu mengajar, dia sudah “diturunkan” dari kelas oleh para muridnya.

Sang ibu mengusap air matanya dan menenangkannya: “Ilmu di dalam kepala seseorang itu  sama—ada yang bisa mengeluarkannya dengan baik, ada yang tidak. Tak perlu bersedih karena hal itu. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu, sedang menunggumu.”

Tak lama kemudian, dia ikut teman-teman sekampungnya merantau untuk bekerja.

Namun nasib buruk kembali menimpanya. Dia dipulangkan oleh majikannya karena saat memotong kain, gerakannya terlalu lambat dan hasilnya tidak memenuhi standar kualitas.

Ibunya kembali menenangkan:  “Tangan setiap orang berbeda. Ada yang cepat, ada yang lambat. Mereka sudah mengerjakan ini bertahun-tahun, sedangkan kamu selama ini belum pernah melakukan. Mana mungkin bisa langsung cepat?”

Putrinya kemudian mencoba berbagai pekerjaan. Dia pernah menjadi buruh tekstil, petugas pengelola pasar, bahkan bekerja sebagai akuntan. Namun, tak satu pun yang dia jalani hingga tuntas—semuanya berhenti di tengah jalan.

Setiap kali dia pulang dengan wajah murung dan penuh keputusasaan, ibunya selalu menghibur dan menguatkannya, tanpa pernah sekalipun mengeluh.

Saat berusia tiga puluh tahun, berbekal sedikit bakat berbahasa, sang putri bekerja sebagai pendamping di sebuah sekolah tunarungu.

Setelah itu, dia mendirikan sekolah untuk penyandang disabilitas. Tak berhenti di sana, dia lalu membuka jaringan toko perlengkapan bagi penyandang disabilitas di berbagai kota.

Kini, dia telah menjadi seorang pengusaha sukses dengan aset bernilai puluhan miliar.

Suatu hari, setelah meraih kesuksesan, sang putri duduk di samping ibunya yang telah renta. Dia ingin mendapatkan jawaban atas satu pertanyaan yang selama ini selalu dia simpan di hati.

Ketika bertahun-tahun lalu dia terus mengalami kegagalan, bahkan merasa masa depannya gelap dan tak menentu—apa yang membuat sang ibu tetap begitu yakin padanya?

Jawaban sang ibu sangat sederhana dan bersahaja.

 Dia berkata, “Sebidang tanah yang tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba ditanami kacang. Jika kacang pun tak tumbuh baik, tanamlah labu atau buah-buahan.  Jika buah-buahan juga gagal, taburkan saja benih soba—pasti akan berbunga.

Karena sebidang tanah, selalu ada satu benih yang cocok untuknya, dan pada akhirnya, dia pasti akan memiliki panen yang menjadi miliknya sendiri.”

Mendengar kata-kata itu, sang putri pun menitikkan air mata.

Dia akhirnya mengerti— sejatinya, keyakinan dan cinta ibunya yang tak pernah putus itulah benih yang paling tangguh.

Dan keajaiban hidupnya adalah hasil dari benih itu, yang tumbuh dengan penuh ketekunan dan kesetiaan.

Renungan

Sebidang tanah selalu memiliki satu benih yang sesuai dengannya. Bahkan di padang pasir yang gersang sekalipun, kaktus yang indah tetap bisa tumbuh.

Tanah ibarat lingkungan, benih ibarat manusia.

Ketika seseorang menemukan tempatnya sendiri, dia akan mampu mengembangkan potensi, bertumbuh, berbunga, dan akhirnya berbuah.

Cerita ini membuat kita kembali merasakan bahwa kasih ibu adalah cinta terbesar di dunia—cinta yang memberi tanpa pamrih, berkorban tanpa perhitungan. Betapa banyak masa muda dan tenaga yang dengan rela dicurahkan seorang ibu demi anak-anaknya. (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
27 Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang di DKI Jakarta, Polisi: 1 Tewas
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Dangkal Guncang Kota Bandung
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Ramai Kabar Jorge Martin ke Yamaha, Fabio Quartararo Ternyata Sudah Sepakati Kontrak 2 Tahun di Honda
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
SPJM Peduli Kemanusiaan Lewat Donor  Darah, Target Kumpulkan 90 Kantong
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.