Sejumlah warga bergotong royong untuk menyembelih 150 ekor ayam untuk disantap bersama-sama dalam tradisi sadranan ruwahan di Sendang Gede Pucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/1).
Tradisi yang diadakan secara turun temurun dengan penyembelihan sebanyak 150 ekor ayam, menguras, dan membersihkan sendang itu dilakukan setiap tahun pada Jumat Pahing berdasarkan penanggalan Jawa sebagai simbol pembersihan diri sebelum menyambut bulan Ramadan sekaligus melestarikan serta mengenalkan budaya leluhur kepada generasi muda.
Seluruh ayam dimasak dengan cara tradisional yang dikenal sebagai panggang emas. Ayam dibakar langsung di atas bara api hingga bulunya hangus, tanpa proses penyiraman air panas seperti biasanya.
Secara bersamaan, warga lainnya bergotong royong menguras sendang dan menangkap ikan lele yang sebelumnya sengaja disebar di sumber air tersebut.
Setelah proses memasak dan pembersihan sendang, ada seperangkat sesaji di bawah pohon munggur.
Selanjutnya warga duduk sila secara melingkar untuk berdoa dan diakhiri dengan makan bersama-sama.



