Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan dengan intensitas sangat deras dalam 24 jam terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon dan Kota Bekasi.
"Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pusdalops BNPB mengkonfirmasi bahwa data yang diterima ada 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 - 70 centimeter. Sedikitnya ada sebanyak 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Hujan deras dan lama, 24 desa di Cirebon terdampak banjir
Dalam periode yang sama hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi. BNPB mencatat sedikitnya ada delapan kecamatan yang terendam banjir lebih dari 80 centimeter mulai dari Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.
Sementara di Jakarta lebih dari 446 KK menjadi korban banjir hingga setinggi 150 centimeter yang diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.
Ia memastikan tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, sudah berada di lokasi bencana membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
Baca juga: Pengungsi banjir di Bidara Cina mulai diserang batuk dan gatal-gatal
"Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya dalam proses pendataan," kata Abdul Muhari
Adapun rentetan peristiwa tersebut selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depan atau Minggu (1/2).
Dengan begitu Abdul Muhari mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. BNPB secara khusus meminta pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini.
Baca juga: Butuh bantuan, 3 pekan Tambun Angke Bekasi banjir hingga 1,5 meter
"Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon direndam banjir usai hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pusdalops BNPB mengkonfirmasi bahwa data yang diterima ada 312 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 20 - 70 centimeter. Sedikitnya ada sebanyak 1.273 orang atau 425 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Hujan deras dan lama, 24 desa di Cirebon terdampak banjir
Dalam periode yang sama hujan berintensitas sangat deras juga memicu banjir di wilayah Kota Bekasi. BNPB mencatat sedikitnya ada delapan kecamatan yang terendam banjir lebih dari 80 centimeter mulai dari Kecamatan Pondok Gede, Rawalumbu, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Bekasi Selatan.
Sementara di Jakarta lebih dari 446 KK menjadi korban banjir hingga setinggi 150 centimeter yang diperparah oleh luapan Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.
Ia memastikan tim petugas gabungan di Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, dan Jakarta, sudah berada di lokasi bencana membantu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
Baca juga: Pengungsi banjir di Bidara Cina mulai diserang batuk dan gatal-gatal
"Untuk Kota Bekasi ada sebanyak 80 orang yang mengungsi, memanfaatkan bangunan Mushala Jamiatul Khair di Kampung Lebak, Teluk Pucung. Selebihnya dalam proses pendataan," kata Abdul Muhari
Adapun rentetan peristiwa tersebut selaras dengan laporan peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku aktif setidaknya hingga dua hari ke depan atau Minggu (1/2).
Dengan begitu Abdul Muhari mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. BNPB secara khusus meminta pemerintah daerah (pemda) agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode puncak musim hujan ini.
Baca juga: Butuh bantuan, 3 pekan Tambun Angke Bekasi banjir hingga 1,5 meter




