Proyek Ekosistem Baterai Listrik Antam-IBI-HYD Groundbreaking Semester I/2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek grand package ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) konsorsium PT Antam Tbk, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), bersama konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt Co (HYD) senilai US$6 miliar (kurs Rp16.797) ditargetkan mulai dibangun tahun ini. 

Hal ini ditandai dengan Penandatanganan Framework Agreement Konsorsium ANTAM-IBI-HYD dalam Rangka Pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi yang disaksikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Jumat (30/1/2026). 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proyek ini akan menjadi ekosistem baterai EV terbesar kedua di dunia setelah China. Proyek tersebut akan memiliki kapasitas terpasang awal 20 gigawatt (GW).

"Ini merupakan bagian daripada arahan bahwa Presiden Prabowo dalam rangka mempercepat proyek hilirisasi, total investasinya ini kurang lebih sekitar US$6 miliar," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (30/1/2026). 

Adapun, lokasi proyek ini terbagi menjadi 2 yaitu pabrik baterai mobil di Jawa Barat, sementara untuk prekursor/katoda, smelter HPAL berada di Halmahera Timur, Maluku Utara. 

Bahlil menceritakan perjalanan panjang proyek ekosistem baterai EV ini yang sempat mangkrak beberapa tahun terakhir. Proyek yang dikenal dengan sebutan Proyek Titan ini telah dimulai perundingannya sejak 2020. 

Baca Juga

  • Harga Buyback Emas Antam Hingga UBS Hari Ini Jumat, 30 Januari 2026 di Pegadaian
  • Harga Emas Antam Hari Ini (30/1) Turun Rp48.000, Dibanderol Rp3,12 Juta per Gram
  • Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat, 30 Januari 2026

Indonesia berambisi untuk membangun ekosistem baterai mobil terintegrasi dari tambang, smelter HPAL, pabrik prekursor/katoda, sel baterai, hingga daur ulang. 

Untuk itu, pemerintah merencanakan megaproyek yang terbagi menjadi dua proyek. Pertama, proyek Dragon yang digarap oleh konsorsium Contemporary Ampherex Technology Co. Ltd. (CATL), PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam (ANTM), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). 

Kemudian, proyek Titan ini yang menjadi lanjutan dari proyek Omega oleh PT Hyundai LG Industry (HLI) terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. Proyek Omega merupakan hasil kerja sama dengan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd. 

Proyek Titan, semula juga akan digarap oleh LG Energy Solution Ltd. Namun, Bahlil menerangkan bahwa LG memiliki banyak pertimbangan selama 4 tahun terakhir yang Feasibility Study (FS) mandek. 

"Akhirnya karena waktu yang tidak mendukung, kami memutuskan untuk 'sudah kau ambil saja barangnya, tetapi untuk ekosistemnya biar teman-teman yang melakukan," tuturnya. 

Alhasil, konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt Co (HYD) masuk menggantikan LGES dalam proyek Titan ini. Bahlil menegaskan kepemilikan mayoritas dipegang oleh BUMN, PT Antam Tbk dengan target mencapai 60%-70%, utamanya untuk proses hulu. 

"Insha Allah tahun ini kita juga akan melakukan ground breaking dalam arahan Bapak Presiden Prabowo bisa kita lakukan semester pertama kalau sudah selesai persiapannya," terangnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jarang Dibahas, Acha Septriasa Akui Luka Masa Kecil Ini Berpengaruh Besar pada Hidupnya
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Istana Terima Surat Pergantian Pimpinan DPR dan Penunjukan Deputi Gubernur BI
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Penyebab Kematian Lula Lahfah Terungkap, Polisi Hentikan Penyelidikan Sang Influencer
• 1 jam lalumerahputih.com
thumb
Keyakinan Kaesang PSI Akan Jadi Partai Sangat Besar dan Misteri "Mr J"
• 11 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara hingga 2,5 Meter
• 6 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.