JAKARTA, KOMPAS.TV - Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah perairan Indonesia diprakirakan mengalami gelombang laut dengan ketinggian mulai dari kategori sedang hingga sangat tinggi.
Melansir akun Instagram @infobmkg, kondisi ini dipicu oleh pola angin di berbagai wilayah perairan yang cukup aktif dan intensif.
Berdasarkan analisis sinoptik, angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6–20 knot.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 31 Januari-1 Februari 2026, Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Masih Mengintai
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin cenderung bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan lebih tinggi, yakni antara 6–30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau terjadi di sekitar Selat Makassar dan Laut Arafuru, yang berdampak langsung pada peningkatan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut.
Pihak BMKG mengelompokkan wilayah terdampak menjadi dua kategori berdasarkan potensi tinggi gelombang:
Gelombang 1.25 – 2.5 Meter (Kategori Sedang):
- Laut Seram
- Laut Jawa bagian timur, tengah, dan barat
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Arafuru bagian timur, utara, dan tengah
- Laut Natuna Utara
- Selat Karimata bagian selatan dan utara
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat (Aceh, Kep. Nias, Kep. Mentawai, Bengkulu, Lampung)
- Samudra Hindia selatan (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB)
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara (Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua)
Wilayah-wilayah ini tergolong berisiko bagi pelayaran perahu nelayan dan kapal tongkang.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- gelombang tinggi
- bmkg
- peringatan dini
- tinggi gelombang
- 4 meter





