Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Mokhamad Iskandarsyah membeberkan alasan pihaknya memeriksa sejumlah rekan influencer Lula Lahfah usai ditemukan tewas di apartemennya pada Jumat (23/1).
Polisi menduga Lula menggunakan tabung pink berisi gas N2O ini, setelah polisi menemukan tabung tersebut di lokasi kejadian.
“Terkait tabung pink tersebut, kami sudah memeriksa beberapa saksi yaitu kawan-kawan terdekat. Makanya kita ada beberapa panggilan klarifikasi terhadap kawan-kawan terdekat oleh karena ada dugaan kami apakah saudari LL ini sering menggunakan,” ucap Iskandarsyah dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Namun, menurut Iskandarsyah, A, asisten rumah tangga Lula, bersaksi bahwa kaleng itu baru pertama kali ia lihat di apartemen Lula.
“Akan tetapi dari saudari A memberikan kesaksian bahwa pertama kali melihat tabung pink tersebut. Asisten rumah tangganya baru pertama kali,” tegas Iskandarsyah.
Polisi sendiri telah menutup penyelidikan kasus kematian Lula. Mereka tak dapat menyimpulkan penyebab kematiannya karena tidak dilakukan autopsi dan tidak ditemukan unsur pidana.
Namun saat ini pihak kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mengatur regulasi penyalahgunaan gas N2O.





