Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Apa pun, Pakai Ini Pasti Lancar!

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Calon pembeli penting memahami teks negosiasi singkat. Negosiasi yang tepat dapat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan, misalnya negosiasi jual beli.
 
Apa pun transaksinya, dengan teks negosiasi yang tepat akan menjadikan proses transaksi lancar. Dalam menyusun teks negosiasi jual beli, kamu perlu tahu alurnya. Teks negosiasi juga memiliki struktur.
 
Salah satu tujuan menulis teks negosiasi terlebih dahulu sebelum jual beli adalah agar lebih mudah menyampaikan informasi saat diperlukan. Meskipun orang lebih fleksibel dan mudah mengalir saat tawar-menawar, penulisan tek negosiasi tidak boleh asal.

Nah sebelum membahasa soal contoh teks negosiasi jual beli, yuk pahami dulu apa itu teks negosiasi? Simak informasinya di sini ya! Apa itu negoisasi? Negosiasi pada dasarnya adalah aktivitas yang melibatkan dua atau lebih pihak. Kepentingan bersama adalah tujuannya.
 
Teks negosiasi memiliki lima struktur, yakni orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Nah, aga lebih jelasnya, berikut ini contoh teks negosiasi jual beli tanah lengkap dengan strukturnya: Contoh teks negoisasi jual beli tanah Orientasi Pembeli: Selamat pagi, Bapak Rafael, saya Noa dari PT Sederhana. Kami tertarik untuk membahas kemungkinan jual beli tanah yang Bapak/Ibu miliki.
Penjual: Selamat juga, Bu Noaa. Terima kasih atas ketertarikan Anda. Tentu, kami senang untuk membahasnya. Ada hal spesifik yang ingin Bapak/Ibu tanyakan terlebih dahulu? Permintaan Pembeli: Kami ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai tanah yang Bapak miliki di Jalan Kerajaan Permai. Luas tanah, status legal, dan detail lingkungan sekitar akan sangat membantu.
 Penjual: Tentu, Bu Noa. Tanah yang kami miliki memiliki luas 100 meter persegi, status legal lengkap dengan sertifikat hak milik. Lingkungan sekitar juga cukup strategis, dekat dengan halte bus.
 

Baca Juga :

Kupas Tuntas Teks Deskripsi dari Pengertian, Struktur, hingga Contohnya
  Pemenuhan Pembeli: Bagus, itu sangat membantu. Kami juga ingin mengetahui apakah ada pembatasan penggunaan lahan atau masalah lingkungan yang perlu kami ketahui?
Penjual: Tanah tersebut bebas dari pembatasan penggunaan lahan dan tidak memiliki masalah lingkungan yang signifikan. Semuanya sesuai dengan peraturan setempat. Penawaran Pembeli: Baik, terima kasih atas informasinya. Kami tertarik untuk menawar sebesar Rp115 juta. Apakah ada ruang untuk negosiasi lebih lanjut?
Penjual: Saya akan mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun, apakah ada kemungkinan penyesuaian harga atau syarat pembayaran yang dapat kami diskusikan? Persetujuan Pembeli: Kami bersedia membahasnya lebih lanjut. Bagaimana dengan pembayaran? Apakah cicilan atau metode pembayaran tertentu yang lebih sesuai?
Penjual: Kami bersedia membahas opsi pembayaran. Apakah Ibu memiliki preferensi tertentu?
Pembeli: Kami cenderung untuk membayar dengan skema cicilan selama 1 tahun. Bagaimana menurut Bapak?
Penjual: Itu bisa menjadi opsi yang layak. Kami setuju untuk melanjutkan dengan diskusi lebih lanjut mengenai rincian pembayaran. Teks negosiasi jual beli rumah bekas Pembeli: Selamat siang, Pak/Bu. Saya tertarik dengan rumah bekas yang Bapak/Ibu jual di Jalan Pahlawan. Bolehkah saya melihat-lihat?”
Penjual: Selamat siang, Bu/Pak. Tentu saja, silakan masuk dan lihat-lihat. Kalau ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan, ya.”
Pembeli: “Kalau boleh tahu, kapan rumah ini dibangun?”
Penjual: “Meski bekas, rumah ini pembangunannya belum lama, sekitar tahun 2018.”
Pembeli: “Oh begitu, rumahnya cukup luas dan terawat. Bolehkah saya tahu berapa harga jualnya?”
Penjual: “Harga jualnya Rp540 juta, Pak/Bu. Dijamin paling murah di daerah ini.”
Pembeli: “Bolehkah saya nego sedikit, Pak/Bu?”
Penjual: “Silakan, berapa harga yang ingin Bapak/Ibu Tawarkan?
Pembeli: “Bagaimana kalau Rp450 juta?”
Penjual: “Wah, Pak/Bu. Angkanya masih terlalu rendah. Bagaimana kalau Rp 500 juta saja?”
Pembeli: “Masih tetap tinggi bagi saya. Bagaimana kalau Rp 480 juta? Kalau okay, saya akan beli cash dua hari lagi.
Penjual: “Baiklah, Pak/Bu. Saya akan melepas rumah ini dengan harga Rp480 juta.”
Pembeli: “Terima kasih banyak, Pak/Bu.”
Penjual: “Sama-sama, Pak/Bu. Saya senang rumah ini bisa terjual dengan harga yang cukup kompetitif.”
Pembeli: “Oh ya, Pak/Bu. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. Pertama, apakah ada kerusakan pada struktur bangunan rumah ini?”
Penjual: “Tidak ada kerusakan struktural pada bangunan, Pak/Bu. Hanya beberapa bagian yang perlu renovasi ringan.”
Pembeli: “Kedua, bagaimana dengan surat-surat rumah? Apakah sudah lengkap?” 
Penjual: “Surat-surat rumah lengkap, Pak/Bu. SHM dan PBB sudah ada. Siap pakai, dijamin jauh dari sengketa.”
Pembeli: “Syukur kalau demikian, sekali lagi, terima kasih banyak atas negosiasinya.”
Penjual: “Sama-sama, Pak/Bu. Saya senang bisa membantu Bapak/Ibu mendapatkan rumah idaman.”
 
Nah itulah penjelasan soal teks negosiasi. Semoga bermanfaat yaa. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Simak Rute KRL Stasiun Jatake dan Jadwal Keberangkatannya yang Resmi Beroperasi, Anker Green Line Wajib Tahu!
• 11 jam laludisway.id
thumb
Reza Arap Ternyata Hadir di TKP Meninggalnya Lula Lahfah, Terungkap Peran sang Selebgram
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Beredar Foto Reza Arap Dibekuk Polisi, Ternyata Kabar Hoaks!
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Universitas Maranatha Masuk 5 Besar! Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Bupati Tapsel dorong normalisasi komprehensif Sungai Garoga
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.