VIVA – Persija Jakarta sukses membawa tiga poin dari markas Persita Tangerang. Bermain di Indomilk Arena Jumat 30 Januari 2026 sore WIB, Macan Kemayoran menang dengan skor meyakinkan 2-0.
Pelatih Persija, Mauricio Souza secara terbuka mengakui timnya sempat kesulitan menemukan ritme permainan, terutama saat harus membongkar pertahanan rapat Pendekar Cisadane.
Souza menilai faktor lapangan menjadi salah satu tantangan awal bagi Macan Kemayoran. Aliran bola yang dinilai lebih cepat membuat para pemain perlu penyesuaian sebelum mampu memainkan tempo sesuai rencana. Situasi itu semakin kompleks karena Persita memilih bertahan dengan banyak pemain dan mengandalkan permainan langsung.
“Di babak pertama, saya pikir butuh sedikit waktu bagi kami untuk terbiasa dengan lapangan. Bola berjalan sangat aktif,” ujar Mauricio Souza kepada awak media usai laga.
Ia menambahkan bahwa pendekatan Persita membuat permainan berjalan lebih lambat dan memaksa Persija mencari solusi lain untuk menembus pertahanan.
“Persita menempatkan banyak pemain di barisan belakang dan berusaha memainkan permainan direct. Hal itu akhirnya memperlambat tempo permainan. Dan kami sedikit kesulitan untuk memahami cara melawan pertahanan mereka,” kata Souza.
Kebuntuan Persija akhirnya pecah pada menit ke-33. Gustavo Almeida mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Persita, Igor Rodrigues. Gol tersebut menjadi titik balik yang memberi ketenangan bagi tim tamu hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Souza melihat momentum mulai berpihak kepada Persija. Ia kemudian mengubah pendekatan dengan lebih mengandalkan serangan balik dan menunggu Persita keluar dari blok pertahanan mereka. Keputusan itu didukung oleh kecepatan Maxwell Souza dan Allano Lima di sisi lapangan.
Strategi tersebut langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-50, Maxwell Souza menggandakan keunggulan Persija sekaligus mempertegas efektivitas skema serangan balik yang diterapkan. Gol itu membuat Persija semakin leluasa mengendalikan jalannya pertandingan.
“Meski begitu, kami berhasil mencetak gol yang menurut saya membawa ketenangan bagi tim. Kami kembali di babak kedua dengan pemahaman yang lebih baik tentang serangan balik, yang tidak banyak kami lakukan di babak pertama,” ujar Souza.




