PERUM Bulog Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah melaksanakan program serapan gabah dan jagung petani mencapai 86, 859 ton pada 2025 lalu.
Perum Bulog Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah melaksanakan program serapan gabah dan jagung mencapai 86, 8 ton yang diambil dari petani dan mitra penggilingan di wilayah tersebut.
Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, Vantho Yudistira di Bengkulu, mengatakan, Bulog Bengkulu Utara, telah berhasil menyerap gabah sebanyak 78 ton 600 kilogram dan jagung yang berhasil diserap mencapai 8 ton 259 kilogram.
Baca juga : Tidak Optimal Serap Gabah, Kepala Kanwil Bulog Kalsel Dicopot
"Pada 2025 serapan gabah sebanyak 78 ton 600 kilogram, sedangkan jagung mencapai 8 ton 259 kilogram," katanya.
Gabah hasil serapan, lanjut dia, telah disalurkan ke masyarakat melalui program beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan jagung saat ini masih disimpan di gudang Bulog, karena belum ada instruksi resmi dari pusat terkait dengan penyalurannya.
Saat gabah yang sudah menjadi beras SPHP telah disalurkan dan untuk jagung masih disimpan karena memang belum ada juknis terkait penyalurannya.
Baca juga : Gabah Petani Konawe Selatan tak Ada yang Beli, Bulog Langsung Serap
Khusus untuk serapan jagung pihak, Bulog masih kerap alami kendala, karena terdapat beberapa petani yang membawa jagung dengan kadar air yang tidak sesuai dengan ketentuan Bulog.
"Selain beras, program serapan jagung masih berlanjut pada 2026 dan para petani diimbau untuk meningkatkan kualitas jagung sesuai dengan standar Bulog," imbuhnya
Pada 2026 ini, kata dia, Bulog masih menunggu petunjuk dari pusat terkait program serapan gabah dan jagung. Saat ini, Bulog telah siap melaksanakan program serapan guna mendukung ketahanan pangan nasional. (H-3)




