HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Aktivitas PSM Makassar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Meski baru saja memperkenalkan Luka Cumic, manajemen Juku Eja memberi sinyal kuat bahwa satu penyerang asing lagi masih masuk agenda.
Isyarat itu menguat setelah PSM dipastikan gagal mengamankan jasa Gervane Kastaneer, striker Timnas Curacao yang sebelumnya menjadi target utama. Negosiasi yang sempat berjalan intens akhirnya mentok—baik dari sisi teknis, kecocokan skema, maupun aspek finansial.
Namun kegagalan tersebut tidak membuat PSM mundur.
Justru sebaliknya: perburuan berlanjut, dan ruang skuad disiapkan.
Cumic Resmi, Tapi Bukan Titik Akhir
PSM Makassar telah resmi memperkenalkan Luka Cumic, striker asal Serbia berusia 24 tahun, sebagai rekrutan anyar putaran kedua Super League 2025/2026. Namanya telah terdaftar di situs resmi I.League sejak Minggu (25/1/2026), sehingga ia bisa langsung dimainkan, termasuk pada laga terdekat kontra Semen Padang.
Dengan tinggi badan 190 sentimeter dan nomor punggung 99, Cumic membawa simbol harapan baru bagi lini depan PSM yang sepanjang paruh pertama musim kerap kehilangan daya dobrak.
Nilai pasar Cumic versi Transfermarkt mencapai Rp6,08 miliar, menjadikannya pemain termahal kedua di skuad PSM saat ini, tepat di bawah kapten tim Yuran Fernandes (Rp6,95 miliar), sekaligus sejajar dengan Victor Luiz dan Sávio Roberto.
Namun satu hal mulai terasa jelas: Cumic bukan rekrutan penutup.
Sinyal dari Tomas Trucha: Slot Asing Akan Dibuka
Pelatih kepala PSM, Tomas Trucha, dalam beberapa kesempatan menyiratkan bahwa komposisi pemain asing belum final. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan skuad, efektivitas, serta kontribusi nyata di lapangan—bukan sekadar nama atau status.
Dalam konteks regulasi pemain asing yang terbatas, satu kesimpulan mengemuka:
jika bomber asing baru datang, maka satu pemain asing harus pergi.
Meski belum disebutkan secara terbuka, sumber internal menyebutkan evaluasi tengah berjalan ketat, khususnya terhadap pemain asing yang kontribusinya minim atau tak sesuai kebutuhan taktik Trucha.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa PSM tak ingin mengulang kesalahan di paruh pertama musim—terlalu lama bertahan dengan komposisi yang tak produktif.
Datang Diam-diam, Bergerak Lebih Jauh
Kedatangan Luka Cumic sendiri menjadi bukti pola baru manajemen PSM. Tanpa hiruk pikuk rumor, tanpa kebocoran panjang, nama Cumic muncul tiba-tiba dan langsung diumumkan.
Namun pola senyap itu rupanya masih berlanjut.
PSM disebut masih menyisir pasar untuk striker asing dengan profil berbeda—lebih matang, berpengalaman, dan siap memberi dampak instan. Opsi ini disiapkan untuk menghadapi jadwal padat sekaligus menjaga konsistensi gol hingga akhir musim.
“Saya Luka Cumic. Ewako!” — Awal, Bukan Akhir
Dalam video perkenalan resmi yang diunggah Kamis (29/1/2026), Cumic tampil sederhana. Jersey merah PSM, simulasi tanda tangan kontrak, lalu satu kalimat singkat yang langsung mengikat emosi publik Makassar.
“Saya Luka Cumic. Ewako!”
Singkat, tegas, dan penuh pesan.
Namun pesan itu bukan penutup cerita—melainkan pembuka babak baru.
Menunggu Kejutan Berikutnya
Nomor 99 kini melekat di punggung Cumic. Tekanan pun ikut datang. Tapi manajemen PSM tampaknya sadar betul: beban gol tak boleh ditumpuk pada satu pemain.
Gagal mendatangkan Kastaneer menjadi alarm. PSM tak ingin berjudi. Opsi lain disiapkan. Slot asing mulai dihitung. Evaluasi berjalan.
Publik Makassar kini menanti satu hal krusial:
siapa yang akan datang, dan siapa yang harus pergi?
Satu hal sudah pasti:
PSM Makassar belum selesai di bursa transfer.



