Penulis: Abdul Hayyu
TVRINews, Surabaya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Talenta Digital Jatim Mendunia sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia digital.
Program tersebut resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid dalam Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi Jawa Timur sebagai daerah pertama yang menjalin kerja sama pengembangan talenta digital dengan pemerintah pusat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat kesiapan SDM digital nasional.
“Jawa Timur termasuk yang pertama menjalin kerja sama talenta digital dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Kami sangat mengapresiasi target Ibu Gubernur yang hampir mencapai 20.000 talenta digital tahun ini,” kata Meutya.
Meutya juga berharap pemerintah daerah dapat mendukung implementasi kebijakan terkait ekosistem digital, termasuk pengaturan penggunaan gawai di lingkungan sekolah, agar kebijakan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas) dapat berjalan lebih efektif.
Peluncuran program ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Khofifah dan Menkomdigi Meutya Hafid.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi Said Mirza Pahlevi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa provinsinya telah lebih dulu memulai penguatan talenta digital berbasis kecerdasan buatan melalui program Talent DNA. Program ini menyasar pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga perangkat daerah.
“Insyaallah, penguatan Talent DNA berbasis AI, mulai dari murid hingga seluruh PNS, saat ini baru dilakukan secara menyeluruh di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi anchor province pengembangan talenta digital, khususnya bagi kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.
Modal tersebut meliputi jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, basis pendidikan yang kuat, serta ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Jawa Timur berada pada posisi strategis untuk menjadi anchor province pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur,” ucap Khofifah.
Khofifah menambahkan Jawa Timur tidak ingin hanya menjadi penerima program dari pemerintah pusat, melainkan berperan sebagai simpul strategis dalam agenda besar pembangunan talenta digital nasional.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan addendum Perjanjian Kerja Sama Pengembangan SDM Digital antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Menurut Khofifah, addendum tersebut menjadi penguatan rantai pengembangan talenta digital secara menyeluruh, mulai dari literasi digital, peningkatan keterampilan, sertifikasi, penempatan kerja, hingga inkubasi berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan talenta digital tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri, layanan publik, dan ekonomi daerah,” tutur Khofifah.
Editor: Redaktur TVRINews




