Jakarta (ANTARA) - Grup musik Ricecooker menyortir sekitar 20 ide lagu sebelum memproduksi album perdana bertajuk "Favorite Dinner Guest" (Tamu Makan Malam Favorit) yang dikerjakan secara kolektif selama dua tahun terakhir.
Pembuat lagu sekaligus basis dan kibordis Ricecooker, Will Mara, menjelaskan bahwa proses produksi album ini sangat cair dan tidak terburu-buru. Dari puluhan demo lagu tersebut, mereka hanya memilih 11 lagu yang dianggap paling mewakili identitas band.
"Mungkin ada sekitar 20 (lagu), terus akhirnya dikerjakan yang paling pas untuk masuk ke album ini," kata Will di Jakarta, Jumat (30/1).
Baca juga: Suara paling merdu, kekasih Nadya Arina jadi vokalis band Ricecooker
Will banyak membahas persoalan epidemi kesepian di kota besar seperti Jakarta dalam materi lagunya. Dia pun menceritakan pengalaman pribadinya saat dulu menjadi perantau di luar negeri.
"Dulu awal-awal tuh pasti merasa kesepian. Awal-awal itu tuh nggak gampang ya merasa diri kita sendirian gitu kan," kata Will.
Ia sering pulang kerja ke kosan dan hanya menonton YouTube sampai mengantuk agar bisa tidur.
Will juga melakukan riset mengenai kesehatan mental (mental health) untuk memahami kondisi ini.
Menurut riset tersebut, perasaan sepi yang terus-menerus dapat merusak kesehatan tubuh dan mental.
Meskipun mengobrol lewat ponsel, hal itu tetap bisa memakan kesehatan mental secara perlahan.
Will lalu mencoba memberikan solusi kesepian itu melalui karya musiknya.
"Lawannya adalah kita harus mau keluar dan mencari our favorite dinner guest (tamu makan malam favorit kita)," tambahnya.
Karya-karya hangat seperti "I Gotchu" (Aku Mendukungmu) dan "Sunday Song" (Lagu Hari Minggu) di album itu lahir dari suasana hati yang bahagia.
Baca juga: Jerome Kurnia impikan Ricecooker tampil di Summer Sonic Fest Jepang
Will merasa lebih menikmati proses membuat musik yang ceria dan penuh harapan.
"Ada masa di mana gue kesepian, and that's okay (dan itu tidak apa-apa)..." kata Will menjelaskan alasannya di awal karir lebih banyak membuat lagu sedih.
Ia pun menceritakan kisah di balik pembuatan lagu "Lean on a Friend" (Bersandar pada Teman) yang terdapat pula dalam album "Favorite Dinner Guest".
Will mendedikasikan lagu itu untuk mengenang almarhum Gusti Irwan Wibowo (Gustiwiw). Gustiwiw adalah sosok yang mengerjakan aransemen instrumen dawai (string) pada lagu tersebut. Will mengenang Gustiwiw sebagai sosok yang sangat positif dalam hidup dan pekerjaannya.
Will pernah bekerja sama memproduksi empat lagu dengan Gustiwiw, termasuk untuk album penyanyi Nadin Amizah. "Di situ dia (Gustiwiw) lumayan baik banget, bukan lumayan lagi sih, kayak orang yang sangat-sangat positif," kata Will Mara mengenang.
Gusti sering memberikan motivasi agar Will lebih menghargai segala pencapaian yang sudah didapatkan. Will merasa sangat kehilangan atas kepergian rekan profesi sebagai produser musik sekaligus sahabatnya tersebut.
"Jadi pingin mendedikasikan lagu ini (Lean on a Friend) buat dia gitu," kata Will. Lagu itu pun turut dirasakan membawa pesan yang positif bagi seluruh anggota band Ricecooker, termasuk menjadi bagian sejarah terbentuknya formasi lengkap Ricecooker yang sekarang.
Gitaris Ricecooker, Alif Keenan Ibrahim mengungkapkan fakta menarik tentang prosesnya bergabung dirinya dengan grup yang digawangi bertiga, hanya dia, Will dan aktor Jerome Kurnia yang menjadi vokalis.
Baca juga: Ricecooker usung misi lawan epidemi kesepian dalam album perdana
Ia mengaku jatuh hati pada band itu setelah mendengar demo lagu "Lean on a Friend" (Bersandar pada Teman).
Alif mengenang momen saat ia masih berada di luar band.
"Suatu malam gue lagi di mobil bareng Jerome. Dia bilang 'mau dengerin nggak lagu yang lagi dibikin?'. Salah satunya yang dia putar itu adalah demonya 'Lean on a Friend'," ujar Alif mengenang.
Setelah mendengar melodi dan liriknya, Alif merasa ada sesuatu yang sangat istimewa. Ia langsung berpikir keras untuk bisa masuk ke dalam band tersebut.
"Gue mikir gimana ya gue bisa meyakinkan Jerome biar gue bisa gabung band ini, gitu," tambahnya.
Alif merasa pesan dalam lagu tersebut sangat kuat sehingga ia merasa harus menjadi bagian dari proyek musik ini.
Bagi Alif, lagu tersebut bukan sekadar musik biasa. Ia menilai struktur dan pesan lagu tersebut sangat mendalam.
"Gue kayak 'wah, there is something there, you know (ada sesuatu di sana, tahu kan?)'. Itu sih cerita 'Lean on a Friend' buat gue," kata Alif.
Baca juga: Ingin "go international", Ricecooker gunakan lirik bahasa Inggris
Pembuat lagu sekaligus basis dan kibordis Ricecooker, Will Mara, menjelaskan bahwa proses produksi album ini sangat cair dan tidak terburu-buru. Dari puluhan demo lagu tersebut, mereka hanya memilih 11 lagu yang dianggap paling mewakili identitas band.
"Mungkin ada sekitar 20 (lagu), terus akhirnya dikerjakan yang paling pas untuk masuk ke album ini," kata Will di Jakarta, Jumat (30/1).
Baca juga: Suara paling merdu, kekasih Nadya Arina jadi vokalis band Ricecooker
Will banyak membahas persoalan epidemi kesepian di kota besar seperti Jakarta dalam materi lagunya. Dia pun menceritakan pengalaman pribadinya saat dulu menjadi perantau di luar negeri.
"Dulu awal-awal tuh pasti merasa kesepian. Awal-awal itu tuh nggak gampang ya merasa diri kita sendirian gitu kan," kata Will.
Ia sering pulang kerja ke kosan dan hanya menonton YouTube sampai mengantuk agar bisa tidur.
Will juga melakukan riset mengenai kesehatan mental (mental health) untuk memahami kondisi ini.
Menurut riset tersebut, perasaan sepi yang terus-menerus dapat merusak kesehatan tubuh dan mental.
Meskipun mengobrol lewat ponsel, hal itu tetap bisa memakan kesehatan mental secara perlahan.
Will lalu mencoba memberikan solusi kesepian itu melalui karya musiknya.
"Lawannya adalah kita harus mau keluar dan mencari our favorite dinner guest (tamu makan malam favorit kita)," tambahnya.
Karya-karya hangat seperti "I Gotchu" (Aku Mendukungmu) dan "Sunday Song" (Lagu Hari Minggu) di album itu lahir dari suasana hati yang bahagia.
Baca juga: Jerome Kurnia impikan Ricecooker tampil di Summer Sonic Fest Jepang
Will merasa lebih menikmati proses membuat musik yang ceria dan penuh harapan.
"Ada masa di mana gue kesepian, and that's okay (dan itu tidak apa-apa)..." kata Will menjelaskan alasannya di awal karir lebih banyak membuat lagu sedih.
Ia pun menceritakan kisah di balik pembuatan lagu "Lean on a Friend" (Bersandar pada Teman) yang terdapat pula dalam album "Favorite Dinner Guest".
Will mendedikasikan lagu itu untuk mengenang almarhum Gusti Irwan Wibowo (Gustiwiw). Gustiwiw adalah sosok yang mengerjakan aransemen instrumen dawai (string) pada lagu tersebut. Will mengenang Gustiwiw sebagai sosok yang sangat positif dalam hidup dan pekerjaannya.
Will pernah bekerja sama memproduksi empat lagu dengan Gustiwiw, termasuk untuk album penyanyi Nadin Amizah. "Di situ dia (Gustiwiw) lumayan baik banget, bukan lumayan lagi sih, kayak orang yang sangat-sangat positif," kata Will Mara mengenang.
Gusti sering memberikan motivasi agar Will lebih menghargai segala pencapaian yang sudah didapatkan. Will merasa sangat kehilangan atas kepergian rekan profesi sebagai produser musik sekaligus sahabatnya tersebut.
"Jadi pingin mendedikasikan lagu ini (Lean on a Friend) buat dia gitu," kata Will. Lagu itu pun turut dirasakan membawa pesan yang positif bagi seluruh anggota band Ricecooker, termasuk menjadi bagian sejarah terbentuknya formasi lengkap Ricecooker yang sekarang.
Gitaris Ricecooker, Alif Keenan Ibrahim mengungkapkan fakta menarik tentang prosesnya bergabung dirinya dengan grup yang digawangi bertiga, hanya dia, Will dan aktor Jerome Kurnia yang menjadi vokalis.
Baca juga: Ricecooker usung misi lawan epidemi kesepian dalam album perdana
Ia mengaku jatuh hati pada band itu setelah mendengar demo lagu "Lean on a Friend" (Bersandar pada Teman).
Alif mengenang momen saat ia masih berada di luar band.
"Suatu malam gue lagi di mobil bareng Jerome. Dia bilang 'mau dengerin nggak lagu yang lagi dibikin?'. Salah satunya yang dia putar itu adalah demonya 'Lean on a Friend'," ujar Alif mengenang.
Setelah mendengar melodi dan liriknya, Alif merasa ada sesuatu yang sangat istimewa. Ia langsung berpikir keras untuk bisa masuk ke dalam band tersebut.
"Gue mikir gimana ya gue bisa meyakinkan Jerome biar gue bisa gabung band ini, gitu," tambahnya.
Alif merasa pesan dalam lagu tersebut sangat kuat sehingga ia merasa harus menjadi bagian dari proyek musik ini.
Bagi Alif, lagu tersebut bukan sekadar musik biasa. Ia menilai struktur dan pesan lagu tersebut sangat mendalam.
"Gue kayak 'wah, there is something there, you know (ada sesuatu di sana, tahu kan?)'. Itu sih cerita 'Lean on a Friend' buat gue," kata Alif.
Baca juga: Ingin "go international", Ricecooker gunakan lirik bahasa Inggris




