Jerman Desak Iran Ubah Haluan, Peringatkan Konsekuensi Sanksi Lebih Berat

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Brussels: Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Kamis, 29 Januari, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran untuk segera mengubah arah kebijakan luar negerinya dan menanggapi kekhawatiran Barat terkait program nuklir. Peringatan ini muncul di tengah upaya Uni Eropa untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Teheran.

Wadephul mengatakan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa akan membahas sanksi yang lebih berat dalam pertemuan di Brussels.

"Pemerintah Jerman sangat mendukung pencantuman Korps Garda Revolusi ke dalam rezim sanksi terorisme. Saya yakin kesepakatan bersama mengenai hal ini akan tercapai hari ini," tegas Wadephul, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 30 Januari 2026.

Wadephul menekankan bahwa Iran harus memahami konsekuensi dari tindakan mereka, terutama terkait respons keras pemerintah terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah yang dinilai tidak dapat diterima. Jerman mendesak adanya kesepakatan baru yang mencakup pembatasan program rudal serta kemampuan senjata nuklir Iran.

Terkait ancaman serangan militer dari Presiden AS Donald Trump, Wadephul enggan berspekulasi lebih jauh namun meminta Teheran memanfaatkan peluang diplomatik yang ada.

"Presiden AS telah mengisyaratkan bahwa kesepakatan dapat dicapai pada poin-poin utama, yang mana poin tersebut juga sejalan dengan apa yang diajukan oleh negara-negara Eropa (format E3)," tambahnya.

Pernyataan Jerman ini dilatarbelakangi oleh gelombang protes besar di Iran akibat anjloknya nilai mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Teheran menuduh AS dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut guna menciptakan alasan untuk intervensi asing. 

Sebaliknya, kekuatan Barat menuding Iran tengah membangun senjata nuklir, klaim yang selalu dibantah oleh Teheran dengan alasan kebutuhan energi sipil. Ketegangan di kawasan mencapai titik didih baru setelah AS membom tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 selama perang 12 hari antara Iran dan Israel.

Jerman berharap kesepakatan damai dapat tercapai untuk menghindari konflik bersenjata lainnya yang dapat mengguncang stabilitas global.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Asyik Nongkrong di Bar, Ricardo Ditembak
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS, Tertekan Pencalonan Ketua The Fed
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Resep Sambal Nusantara Terlengkap: Rahasia Sambal Terasi, Bajak, Matah Antibasi
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
MBG Tetap Berjalan Saat Ramadan, Pola Distribusi Diubah
• 23 jam lalucelebesmedia.id
thumb
THR Lebaran Pegawai Dapur Non-ASN Belum Pasti, Kepala BGN Angkat Bicara
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.