Jakarta, VIVA – Logam mulia berpesta pada bulan Januari 2026. Harga emas da perak berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all high time) sehingga menjadi sorotan investor global.
Ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik akibat manuver Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, hingga suku sejumlh bunga bank sentral dunia menjadi sentimen yang mendongkrak harga logam mulia melesat. Situasi ini menyebabkan minat terhadap aset lindung nilai (safe haven) mulai dari industri serta investor institusional maupun ritel.
Khusus untuk perak, kenaikan harga turut dipicu lonjakan permintaan industri, seperti produsen panel surya, kendaraan listrik, hingga teknologi baterai. Kombinasi antara pasokan yang ketat dan permintaan struktural yang kuat membuat perak kian strategis dalam peta komoditas global.
Harga emas dunia terpantau sempat menembus level US$5.400 atau sekitar Rp 90,6 juta (estimasi kurs Rp 16.790 per dolar AS). Sementara itu, harga perak di pasar spot terpantau melampaui level US$110 di pekan terakhir bulan Januari 2026.
Di tengah euforia harga tersebut, perhatian pasar tertuju pada negara-negara produsen utama perak dunia. Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS) yang dirangkum Visual Capitalist, berikut daftar 10 negara produsen perak terbanyak di dunia berdasarkan estimasi produksi tahun 2024.
- Forbes
1. Meksiko
Meksiko menempati posisi puncak sebagai produsen perak terbesar dunia dengan total produksi sebanyak 6.300 ton. Menariknya, negara ini hanya menguasai sekitar 6 persen cadangan perak global, namun mampu memimpin produksi berkat industri pertambangan yang matang dan efisien.
2. China
China menempati posisi kedua dengan produksi perak yang kuat sebanyak 3.300 ton. Masifnya produksi sejalan dengan kebutuhan industri domestik yang besar, terutama untuk sektor teknologi dan manufaktur.
3. Peru
Peru menjadi tulang punggung produksi perak Amerika Selatan dengan jumlah produksi sebanyak 3.100 ton. Negara ini dikenal memiliki sektor tambang logam mulia yang terintegrasi dengan ekspor mineral lainnya.
4. Bolivia
Bolivia memproduksi sebanyak 1.300 ton dan konsisten berada di jajaran atas produsen perak dunia. Kontribusi signifikan berasal dari tambang-tambang di wilayah pegunungan Andes.
5. Polandia
Dengan jumlah produksi perak yang sama dengan Bolivia, Polandia menjadi pemain utama Eropa. Produksi perak yang sebagian besar berasal dari aktivitas penambangan tembaga.




