Menag hingga Pratikno Hadiri Harlah ke-100 NU di Istora Senayan

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar perayaan puncak harlah ke-100 tahun masehi hari ini. Perayaan puncak harlah satu abad tahun masehi ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Perayaan puncak harlah ke-100 masehi PBNU dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). Adapun sejumlah jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang hadir di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Baca juga: Gus Yahya Akui Konsesi Tambang Jadi Salah Satu Faktor Konflik di PBNU

Selain jajaran menteri Kabinet Merah Putih, hadir juga tokoh lainnya. Ada Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin serta istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Wahid.

Lalu, hadir juga Ketua MPR Ahmaz Muzani, Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua KPU Mochamad Afifudin, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, serta Sekjen Partai Golkar Sarmuji. Para tokoh ini duduk di baris depan bersama Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf.

Seperti diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar harlah ke-100 tahun masehi di Istora Senayan, Jakarta, hari ini. Diperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai 10 ribu orang.

Dalam harlah ke-100 tahun masehi ini, PBNU mengangkat tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia'. Harlah ke-100 tahun masehi NU ini tak hanya dihadiri pengurus pusat, tapi juga akan melibatkan struktur NU dari daerah.

Dilansir NU Online, Gus Yahya menyampaikan perwakilan dari seluruh wilayah telah memastikan kehadiran mereka dalam acara tersebut. Sebanyak 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta sekitar 500 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dijadwalkan hadir di Istora Senayan hari ini.

Baca juga: Pleno PBNU, Prof Nuh Nyatakan Maaf Diterima dan Kepengurusan Dipulihkan

Kehadiran para pengurus daerah ini menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan warga NU dalam memperingati satu abad perjalanan organisasi. Peringatan harlah ke-100 NU ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum konsolidasi nasional NU dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan keumatan di masa mendatang.




(kuf/azh)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Belanda Bidik Kansas City Sebagai Markas Latihan
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Mayoritas Produsen Mobil Listrik Rakit Produknya di Indonesia Mulai Tahun Ini
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pencarian ABG Hanyut Usai Lompat dari Jembatan Loji Bogor Dilanjut Besok
• 23 jam laludetik.com
thumb
Libas Popsivo 3-0, Jakarta Electric PLN Segel Posisi 3 Klasemen
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Rekomendasi Cushion Korea untuk Hasil Glowing dan Flawless yang Tahan Lama
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.