Cerita Marvel Rasendria Herdian, Bocah Inspiratif yang Borong Medali Olimpiade Internasional: Berawal dari Hukuman, Kini Mendunia

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Inilah sosok Marvel Rasendria Herdian, bocah inspiratif yang mengharumkan nama Indonesia lewat ajang olimpiade tingkat internasional. Ternyata ada kisah unik di balik prestasinya.

Cerita ini tidak dimulai dari mimpi besar menjadi juara dunia. Awalnya justru sangat sederhana dan terasa dekat dengan kehidupan banyak anak: lebih suka nonton dan main gim daripada fokus mengerjakan tugas sekolah.

Bagi Marvel Rasendria Herdian, yang saat itu duduk di kelas 2 SD, momen ini menjadi perkenalannya dengan “hukuman positif”. Bukan berupa larangan atau penyitaan gawai, tetapi ajakan mencoba olimpiade internasional sebagai cara menyalurkan energi dan rasa ingin tahunya ke tantangan baru yang lebih terarah.

Tanpa ekspektasi apa pun, Marvel mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (AIMO). Ia mengerjakan soal, belajar dari prosesnya, dan tidak terlalu memikirkan hasil. Namun dari langkah pertamanya itu, Marvel justru meraih medali emas dan lolos ke babak final internasional di Malaysia.

Ketika Pintar Saja Tidak Selalu Cukup

Di babak final AIMO, Marvel menghadapi pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dari lebih dari 2.000 peserta internasional, hanya sekitar 20 peserta berasal dari Indonesia. Jumlah kontingen, suasana kompetisi, dan sorakan dari negara lain sempat membuatnya merasa gugup.

Di sekolah, Marvel dikenal sebagai siswa dengan prestasi akademik yang sangat baik. Namun dari pengalaman ini, ia mulai memahami bahwa olimpiade bukan hanya tentang kemampuan akademik, melainkan juga tentang mental, keberanian, dan kesiapan berada di ruang yang jauh lebih besar.

Satu momen yang paling membekas adalah ketika para pemenang berdiri di atas panggung sambil mengibarkan bendera negara masing-masing. Dari sana, Marvel memiliki keinginan sederhana: ingin terus membawa Merah Putih di panggung internasional.

Menjalani Proses, Pelan-Pelan

Sejak saat itu, Marvel mulai rutin mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia belajar mengatur waktu, mengurangi waktu bermain, dan membiasakan diri berlatih, termasuk saat libur sekolah.

Namun baginya, proses ini tidak selalu tentang menang, melainkan tentang belajar konsisten dan memahami kemampuan diri sendiri.

 

Pada Final AIMO 2024 di Korea Selatan, Marvel kembali tampil di ajang internasional. Selain bertanding, ia juga mengikuti sesi cultural performance pada Award Ceremony dengan membawakan Tari Piring.

Tampil di hadapan hampir 2.000 peserta dari 16 negara, pengalaman ini menjadi caranya memperkenalkan budaya Indonesia secara sederhana.

Melangkah Hingga Amerika Serikat

Pada Oktober 2025, Marvel mengikuti babak penyisihan NEO Math secara online. Ia berhasil masuk Top 10 Highest Score dan meraih medali emas, lalu melanjutkan ke Grand Final di Amerika Serikat pada 13 Januari 2026.

Di Grand Final tersebut, Marvel meraih:

Perjalanan ke Amerika Serikat juga membuka pengalaman baru di luar kompetisi. Marvel mengunjungi NASA, menyaksikan peluncuran roket Falcon 9 SpaceX, serta mengikuti astronaut training class.

Dari pengalaman ini, ia melihat bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya ada di buku, tetapi juga hadir dalam kehidupan nyata.

Perlahan Mengumpulkan Pengalaman

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Marvel telah mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional di Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia, serta mengumpulkan lebih dari 60 medali.

 

Kompetisi yang pernah diikutinya antara lain German Math Olympiad, SIMOC, SMGF, WMI, AMO, HKIMO, TIMO, SASMO, PHIMO, ADEPT, JISMO, serta berbagai olimpiade matematika dan sains lainnya.

Pada tahun 2025, Marvel juga menerima JISMO Legend Award, penghargaan dari Japan International Science and Mathematics Olympiads bagi peserta yang telah memenangkan empat atau lebih ajang JISMO.

Selain matematika dan sains, Marvel juga mencoba berbagai bidang lain seperti World Scholar’s Cup (WSC), debat OWLPIA, Spelling Bee, English Olympiad, Coding dan logic competition. Ia menikmati proses belajar lintas bidang tanpa membatasi diri pada satu jalur saja.

Menginspirasi adik

Perjalanan Marvel secara alami memengaruhi adiknya, Louise, yang saat itu berusia 6 tahun. Ketertarikan Louise pada olimpiade tidak muncul karena ingin mengejar prestasi, melainkan dari satu hal yang sangat sederhana: keinginannya untuk berdiri di atas panggung dan mengibarkan bendera Indonesia.

Dari rasa penasaran itu, Louise mulai mencoba mengikuti kompetisi. Pada Juli 2025, Louise meraih Premier Award (Highest Score) untuk kategori Bahasa Inggris serta Gold Medal untuk kategori Matematika dalam kompetisi internasional di Hong Kong. Dalam waktu satu tahun, Louise telah mengikuti berbagai ajang dan mengumpulkan lebih dari 20 medali dari olimpiade Matematika dan Bahasa Inggris.

Bagi Marvel dan Louise, olimpiade menjadi ruang belajar, tentang mencoba, gagal, berlatih lagi, dan mengenal diri sendiri. Keduanya tetap menjalani masa kecil dengan berbagai aktivitas lain.

Marvel aktif dalam basket dan karate, serta kegiatan seni seperti piano, biola, gitar, dan teater musikal. Ia juga terus melatih public speaking dan leadership, yang membantunya lebih percaya diri saat bertemu banyak orang dari latar belakang berbeda.

Hari ini, Marvel dan Louise masih terus belajar dan berproses. Dari pengalaman yang awalnya terasa seperti “hukuman”, keduanya menemukan ruang untuk tumbuh, mengenal dunia, dan perlahan membawa Merah Putih ke panggung internasional, tanpa tergesa, tanpa berlebihan, dengan cara mereka sendiri. (*)

 

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kisah Perjuangan Perempuan di Bojonegoro: Dari Berjualan Nasi Hingga Berangkat Umrah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Prediksi BRI Super League, Malut United Vs Bhayangkara FC: Tuan Rumah Lebih di Atas Angin
• 5 jam lalubola.com
thumb
Menteri Agama: Semoga Pelaksanaan haji Tahun Ini Sukses dan Lebih Baik
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Laga Pamungkas Putaran 2: PSS vs Barito Tentukan Jatah Kandang-Tandang
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Ketua OJK dan Pengawas Pasar Modal Mundur Usai Sehari Berkantor di BEI, Ada Apa?
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.