Gold Outlook 2026, Pemangku Kepentingan Rembuk Masa Depan EMas RI

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
1/7

Deputi Bidang Koordinasi Energi & Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/7

Dinamika kenaikan harga emas juga cukup tinggi. Hanya dalam waktu setahun, harga emas meningkat hingga dua kali lipat. Per 30 januari, data Antam menunjukkan harga emas mencapai Rp 3.120.000 per gram. "Ini memang mencerminkan dinamika yang tinggi, kalau melihat data dari Antam di 2024, itu sekitar Rp 1,3 juta harganya. 2025, itu sekitar Rp 1,5 juta sekarang dua kali lipat," paparnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/7

Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menyebut, penyediaan pasokan logam mulia perusahaan terhadap permintaan konsumen lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan, per Januari 2026 ini Antam bisa memasok 40%-50% dari permintaan masyarakat. "Saya rasa kita saat ini baru take off lebih baik dari tahun lalu, tapi per Januari saya rasa kita baru sekitar 40-50% bisa memenuhi permintaan masyarakat," ungkap Handi dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia di Jakarta". (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/7

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan (tengah) harga emas masih sangat berpotensi melanjutkan tren kenaikannya pada 2026 seiring ketidakpastian geopolitik global yang belum kunjung mereda. Selain itu, arah harga emas juga akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan suku bunga acuan The Fed. Di tengah euforia kenaikan harga emas, Damar mengingatkan masyarakat supaya melihat kembali profil risikonya ketika hendak berinvestasi emas. Mengingat, produk emas dapat dibeli dengan beragam ukuran dan harga yang berbeda-beda. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/7

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rizwan Aryadi Ramdhan mengungkapkan Indonesia bukan hanya menjadi penonton pada komoditas emas dunia. Menurutnya Indonesia memiliki potensi untuk memanfaatkan emas bukan hanya menjadi perhiasan atau logam mulia, melainkan juga hilirisasi yang lebih kompleks. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/7

Direktur Strategi Perpajakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Pande Putu Oka Kusumawardani mengungkapkan alasan utama dibalik pemerintah menerapkan kebijakan itu. Menurutnya, alasan utama kebijakan itu diberlakukan ialah memastikan produk ekspor Indonesia dari komoditas bernilai tambah alias mendukung hilirisasi. Mempertimbangkan permintaan emas dunia saat ini sangat tinggi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/7

CNBC Indonesia menyelenggarakan Gold Outlook 2026 dengan tema "Membangun Ekosistem Emas Nasional untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8%" pada Jumat, 30 Januari 2026 di Auditorium Menara Bank Mega. Pada acara Ini, regulator, pelaku industri terkemuka, hingga analis akan membedah lebih dalam masa depan emas dan ekosistemnya di tanah air, serta bagaimana kontribusinya pada perekonomian. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Penting untuk Lingkungan, Rating ESG Dinilai Krusial sebagai Navigasi Bisnis
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kelas Finansial Inklusif Dorong Literasi Keuangan bagi Komunitas Difabel
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Warga Dikejutkan Penemuan Pria Tergantung di Pohon
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Cari Soal Simulasi TKA SD 2026? Cobain di Link Ini!
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Adela Kanasya Adies, Anak Adies Kadir Calon Pengganti Bapaknya di DPR
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.