JAKARTA, KOMPAS.com – Senyum merekah di wajah Nurhayati (47) karena beban di pundaknya sedikit terangkat. Kini ia tak perlu lagi mengajak ketiga anaknya berkeliling untuk memulung barang bekas.
Ketiga anaknya, yang masing-masing berusia enam, tujuh, dan delapan tahun, kini bisa mengenakan seragam dan duduk manis menuntut ilmu secara gratis.
Mereka bersekolah di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Maju Bersama, sebuah sekolah gratis yang didirikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Kembangan Ipda Agus Riyanto di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.
Baca juga: Tinggal di Bawah Tower SUTT, Warga Resah Dengar Bunyi Kabel Mirip Sirine Ambulans
Bagi Nurhayati yang sehari-hari bekerja sebagai pencari rongsok, pendidikan bagi anak-anaknya dulunya adalah kemewahan yang mustahil terbeli.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Maju Bersama, sekolah gratis yang didirikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Srengseng, Ipda Agus Riyanto bagi anak-anak yang tak mampu mengenyam pendidikan di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (30/1/2026)
"Anak saya (dulu) enggak sekolah, Pak. Sebelumnya enggak sekolah sama sekali, enggak mampu," ujar Nurhayati saat ditemui Kompas.com di TPA Maju Bersama, Jumat (30/1/2026).
Ia menceritakan getirnya kehidupan di jalanan yang membuat anak-anaknya tidak bisa mendapat pendidikan yang layak.
Penghasilannya yang tak menentu memaksa ia memprioritaskan kebutuhan hidup sehari-hari daripada pendidikan.
"Kan orang kerja nyari rongsok kan kadang buat bayar kontrakan, entar kita nimbang dapat Rp 100.000, dikasih (bayar) kontrakan, dicicil aja. Kadang kita mah kadang enggak makan," ungkapnya dengan suara bergetar.
Karena ketiadaan biaya untuk hidup, ketiga anaknya pun terpaksa ikut bekerja memulung rongsokan.
"Akhirnya mereka nyari rongsok juga, ikut keliling. Ke mana aja kalau keliling," ucap dia.
Tak Sengaja Temukan Sekolah Gratis
Nasib Nurhayati sekejap berubah ketika ia sedang memulung barang rongsok dan melintas di wilayah Kampung Sawah Balong, Srengseng.
Ia melihat sebuah bangunan sekolah sederhana dan memberanikan diri untuk bertanya.
Baca juga: 4 Rumah dan 3 Lapak di Cengkareng Terbakar, Diduga akibat Korsleting
"Saya jalan pas nyari lewat sini (TPA Maju Bersama) ada sekolahan gratis, terus saya nanya-nanya, terus akhirnya langsung diterima sama Pak Agus," tutur Nurhayati.
Demi mendekatkan anak-anaknya dengan sekolah, Nurhayati bahkan rela pindah tempat tinggal.