Mitos atau Fakta: Bayi yang Cepat Berjalan Itu Pintar?

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Siapa yang pernah mendengar ucapan: "“Wah, bayinya cepat banget jalan. Pasti pintar, nih!”. Kalimat seperti ini mungkin sering kita dengar atau kita ucapkan sendiri saat melihat bayi yang sudah melangkah lebih dulu dari teman sebayanya.

Tapi benarkah kemampuan berjalan lebih cepat bisa dijadikan tanda kepintaran anak? Atau justru ini salah satu mitos yang tanpa sadar terus kita wariskan dari generasi ke generasi?

Nah Moms, menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, anak yang lebih cepat berjalan belum tentu menandakan suatu kepintaran.

"Itu mitos. Kemampuan berjalan itu lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan otot dan juga saraf motorik anak. Bukan sebagai penanda kecerdasan," jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM.

dr. Aisya menekankan, setiap anak punya tempo perkembangannya masing-masing. Sehingga, bayi yang cenderung lebih cepat bisa berjalan tidak otomatis menjadikan diri mereka lebih pintar.

Perkembangan Bicara yang Lebih Cepat Justru Tunjukkan Potensi Kecerdasan Bayi

Bukan kemampuan berjalan, tetapi perkembangan bicaralah yang dianggap berkaitan dengan kemampuan kognitif dan membantu si kecil memahami dunia di sekitarnya.

"Anak yang lebih cepat bisa bicara dan lebih lancar bicaranya, biasanya mempunyai kosa kata yang lebih banyak dan juga kemampuan komunikasi yang lebih baik. Dan ini bisa menjadi salah satu tanda dari kecerdasan," tuturnya.

Dalam mencapai potensi kecerdasan anak, dr. Aisya menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan. Sebab, proses belajar anak sendiri sebenarnya dimulai dari lingkungan terdekatnya sendiri, yaitu keluarga dan bagaimana ia berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

"Tetapi, bukan berarti anak yang lebih lambat bisa bicara pasti kurang pintar. Setiap anak punya waktu dan kecepatannya masing-masing untuk bisa bicara," ucap dr. Aisya.

"Jadi daripada membandingkan anak yang satu dengan yang lain, lebih baik fokus untuk menemani, ngobrol, bacakan buku, dan stimulasi sesuai dengan usianya. Karena anak berkembang bukan untuk berlomba tetapi untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Liar di Depan Asrama Haji, Atasi Kemacetan Musiman
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Buruan! Tiket Kereta Api H-3 Lebaran 2026 Bisa Dipesan Mulai Besok
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konsorsium Antam–IBI–HYD Teken Kerja Sama Ekosistem Baterai Listrik Terintegrasi Senilai USD 6 Miliar
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Operasi SAR Longsor Cisarua, 20 Korban Masih Hilang
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pastikan Fisik dan Jiwa  Penegak Perda Sehat, Diskes Sulsel Gelar Skrining Massal
• 19 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.