Ikan Favorit Warga RI yang Ternyata Menyerap Racun dalam Air

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Lele/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang lezat, mudah diolah, serta kandungan gizinya yang cukup lengkap membuat ikan ini digemari lintas kalangan. Secara global, ikan lele juga memiliki sejarah panjang dengan ribuan spesies yang tersebar hampir di seluruh dunia.

Tercatat terdapat lebih dari 2.000 spesies ikan lele yang hidup di berbagai perairan, mulai dari sungai hingga kolam budidaya. Ikan ini ditemukan di hampir semua benua, kecuali Antartika, dan dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.


Baca: 5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker, Ramai Dikonsumsi Warga RI

Mengacu pada Seafood Watch, ikan lele memiliki profil lemak yang relatif sehat. Kandungan lemak jenuhnya tergolong rendah, sekitar 1 gram per porsi tergantung jenisnya, serta mengandung asam lemak omega-3 DHA dan EPA hingga 300 miligram per porsi.

Kandungan tersebut menjadikan ikan lele berpotensi mendukung kesehatan jantung dan fungsi otak. Namun, di balik manfaat gizinya, terdapat sejumlah temuan ilmiah yang perlu menjadi perhatian konsumen.

Meski begitu, penelitian menunjukkan ikan lele (Clarias sp. dan spesies catfish lainnya) mampu mengakumulasi berbagai polutan seperti logam berat dan polutan organik persisten melalui penyerapan air, bahan makanan yang terkontaminasi, dan limbah industri, yang kemudian dapat terakumulasi di jaringan ikan tersebut.

Ikan lele dapat mengakumulasi polutan seperti PCB, pestisida, dan logam berat (merkuri, timbal, kadmium) dari air dan sedimen yang terkontaminasi, menurut riset yang dipublikasikan di Environmental Research.

Ikan lele liar dari sungai yang tercemar memiliki risiko lebih tinggi daripada ikan lele dari perairan yang lebih bersih.

Studi di Sungai Paraopeba (Brasil) melaporkan bahwa logam berat seperti Hg, Cd, Cr, Pb, dan Zn terakumulasi dalam jaringan ikan lele. Kandungan logam berat sering kali lebih tinggi di organ internal, yang menunjukkan potensi risiko bagi kesehatan jika dimakan secara terus-menerus.

Agar tidak waswas saat mengonsumsi ikan lele, pilihlah ikan yang dibudidayakan dalam kolam bersih dan terawasi. Sebab, risiko kesehatan pada lele umumnya berasal dari paparan polutan lingkungan, bukan dari ikannya sendiri.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Undian Play-off Liga Europa 2026: Lille vs Crvena Zvezda, Panathinaikos Bakal Hadapi Viktoria Plzen
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Genangan Air Terjadi di Beberapa Wilayah Jakarta, BPBD Siaga 24 Jam
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Terkuaknya Alasan Lula Lahfah Diperiksa Dokter dari Depok, Padahal Tewas di Jaksel
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Bos IBI dan Antam Buka Suara Soal Proyek Titan US$ 6 Miliar, Ini Detailnya!
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Gibran Capres
• 15 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.