jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan kepada para petugas haji terpilih akan fungsi dan tugas mereka.
Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, fungsi petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jamaah, bukan malah ikut nebeng berhaji.
BACA JUGA: Bolehkah Ibadah Haji Pakai Uang Korupsi?
“Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujar Dahnil dikutip Sabtu (31/1).
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani diklat secara daring selama 10 hari.
BACA JUGA: Curhat Chiki Fawzi Seusai Batal Jadi Petugas Haji 2026 Jadi Sorotan
Menurut Wamenhaj, profil para petugas haji tahun ini berbeda-beda latar belakang, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor hingga akademisi. Semuanya mesti dalam satu bendera yang sama yakni sebagai petugas haji.
Mereka juga harus menanggalkan setiap identitas yang melekat pada dirinya ketika bertugas melayani tamu-tamu AllahSWT.
Dia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan, semua berlaku setara.
“Nah, kami harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji,” katanya.
Dia menegaskan pendidikan semi militer yang diterapkan selama diklat bertujuan membangun kekompakan, kedisiplinan, serta membentuk komando yang terarah.
Dengan demikian tugas-tugas para petugas haji selama di Tanah Suci akan lebih mudah.
“Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jamaah. Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya, petugas haji itu jadi minta dilayani malah,” kata dia.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454810/original/007778500_1766572803-jokowi__1_.jpg)

