AS Peringatkan Iran soal Latihan Militer di Selat Hormuz

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan yang dinilai tidak aman atau tidak profesional oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Peringatan ini disampaikan menyusul pengumuman Teheran yang akan menggelar latihan angkatan laut dengan amunisi sungguhan (Live Fire) di Selat Hormuz pekan depan.

Dalam pernyataannya di hari Jumat, CENTCOM mendesak IRGC agar melaksanakan latihan tersebut secara aman dan profesional, serta menghindari risiko yang tidak perlu terhadap kebebasan navigasi maritim internasional di salah satu jalur pelayaran terpenting dunia.

Dilansir dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026, CENTCOM menegaskan pihaknya akan memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, serta tidak akan menoleransi tindakan IRGC yang dinilai berbahaya terhadap aset militer AS.

Menurut CENTCOM, perilaku berisiko yang dimaksud antara lain meliputi penerbangan melintas di atas kapal perang AS saat operasi udara, penerbangan rendah atau bersenjata dengan maksud yang tidak jelas, pendekatan kapal cepat berkecepatan tinggi di jalur tabrakan, hingga pengarahan senjata ke arah pasukan AS.

CENTCOM kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur laut internasional dan koridor perdagangan vital yang menopang stabilitas kawasan serta pasar energi global.

Meski demikian, CENTCOM mengakui hak Iran untuk beroperasi di wilayah udara dan perairan internasional selama mematuhi hukum dan norma keselamatan internasional.

Namun, CENTCOM memperingatkan bahwa perilaku yang tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, maupun kapal komersial berpotensi meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi militer, serta destabilisasi kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini juga dipengaruhi oleh gelombang protes nasional di Iran yang pecah di Teheran pada akhir Desember dan meluas ke sejumlah kota lain selama hampir dua pekan, dipicu oleh melemahnya nilai mata uang lokal dan memburuknya kondisi ekonomi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa armada besar kapal perang AS sedang bergerak menuju Iran, seraya mendesak Teheran untuk kembali ke meja perundingan.

Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh. Mereka menegaskan kesiapan untuk berunding hanya jika dilakukan secara adil, seimbang, dan tanpa tekanan.

Baca juga:  Trump Tetap Pertimbangkan Serang Iran Meski Tak Ada Ancaman Langsung ke AS


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video Klip Lagu Tu Tha To Sab Kuch Tha Bernuansa Alam Tradisional Bali, Bawa Pesan Kedamaian
• 23 jam laluintipseleb.com
thumb
Timnas Indonesia Dihantam Kabar Buruk, 3 Pemain Ini Terancam Dicoret John Herdman Jelang FIFA Series 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Net Sell Asing Tembus Rp 13,9 T Sepekan, Investor Lepas Saham BBCA hingga BMRI
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Papa Roach Siap Guncang Asia Tenggara: Konser Perdana di Malaysia dan Singapura Maret 2026
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ketua OJK hingga Kepala BEI Mundur, Presiden Didorong Ambil Langkah Strategis
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.