EtIndonesia. Sebuah kelompok separatis di Kanada bernama Alberta Prosperity Project (APP) telah menerima persetujuan untuk mengumpulkan tanda tangan dukungan untuk referendum yang bertujuan menjadikan provinsi barat tersebut sebagai negara merdeka. Para pemimpin kelompok separatis tersebut telah bertemu dengan pejabat Departemen Luar Negeri di Washington tiga kali sejak April.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan kepada penyiar sayap kanan Real America’s Voice, “Alberta adalah mitra alami bagi AS. Mereka memiliki sumber daya yang besar. Penduduk Alberta adalah orang-orang yang sangat mandiri.”
Namun, CNN melaporkan bahwa seorang pejabat Gedung Putih telah meremehkan keterlibatan tersebut dan mengatakan: “Para pejabat administrasi bertemu dengan sejumlah kelompok masyarakat sipil. Tidak ada dukungan atau komitmen yang disampaikan.”
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Kanada ,Mark Carney mendesak AS untuk “menghormati kedaulatan Kanada”.
Hal ini telah memicu kemarahan di Kanada, karena penduduk setempat berupaya untuk menunjukkan persatuan melawan pemerintahan Trump. Pemimpin British Columbia, provinsi paling barat Kanada, telah membandingkan langkah kelompok Alberta tersebut dengan “pengkhianatan”.
Mengapa Alberta Ingin Memisahkan Diri dari Kanada
Alberta terletak di Kanada bagian barat, kaya akan minyak, dan dikenal sebagai “provinsi energi”, karena menyumbang sekitar 84 persen dari total produksi minyak mentah di negara tersebut. Luasnya hampir sama dengan Texas dan dihuni oleh sekitar 5 juta orang.
Secara politik, provinsi ini didominasi oleh kelompok konservatif, dan perdana menteri, Danielle Smith, mempertahankan hubungan baik dengan Presiden AS, Donald Trump dan anggota partai Republiknya.
Tahun lalu, pada bulan Januari, Smith mengunjungi klub pribadi Trump di Mar-a-Lago, meskipun para pemimpin provinsi lainnya bersatu menentangnya karena ancamannya untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Alasan utama di balik keinginan separatis di Alberta untuk memisahkan diri adalah dorongan pemerintah federal untuk menghentikan perubahan iklim. Sebagai provinsi yang kaya minyak, mereka berpendapat bahwa industri minyak Alberta terhambat. Mereka juga mengatakan bahwa provinsi tersebut membayar pajak federal lebih banyak daripada yang mereka terima kembali dan bahwa pandangan konservatif mereka dikalahkan oleh nilai-nilai liberal di provinsi-provinsi timur yang padat penduduknya.
“Make Alberta Great Again”
Kembalinya Trump ke Gedung Putih telah membangkitkan gerakan separatis, karena pemimpin Partai Republik tersebut adalah seorang konservatif pro-minyak. Tahun lalu pada bulan Juni, para separatis berunjuk rasa untuk kemerdekaan Alberta dengan gaya MAGA, dengan topi “Make Alberta Great Again”, kaos “Alberta Republic”, dan poster bertuliskan “Albertans for Alberta!”
Pemungutan suara kemerdekaan dapat diadakan paling cepat musim gugur ini, meskipun jajak pendapat saat ini menunjukkan bahwa para separatis akan kalah. Jajak pendapat tanggal 23 Januari dari Ipsos menemukan 28 persen warga Alberta akan memilih ya untuk kemerdekaan.(yn)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489295/original/080892700_1769838345-IMG_3481.jpeg)



